14 November, 2019

MAMUJU, Perkebunannews.com – Program PIR-Trans di tahun 80-an, industri kelapa sawit mulai menjadi penggerak dan penopang ekonomi di Sulawesi Barat (Sulbar). Industri Kelapa Sawit juga berperan penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan terutama bagi masyarakat dengan jenjang pendidikan yang rendah. Hingga saat ini, sawit telah menggantikan peran komoditas karet yang sebelumnya mendominasi perekonomian di Sulbar.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris menuturkan, riset yang dilakukan Bank Indonesia mengungkapkan bahwa ada dua sayap dalam pembangunan daerah Sulbar hanya dua yaitu investasi langsung dari pemerintah dan CPO. “Jika ingin menghentikan perekonomian Sulbar, sebenarnya mudah saja. Hentikan perkembangan industri kelapa sawit,” ujar Muhammad Idris di Mamuju, Kamis (14/11).

Dinas Perkebunan Sulawesi Barat mengungkapkan, hingga tahun 2018 jumlah perusahaan kelapa sawit di Sulawesi Barat mencapai 17 perusahaan dengan luasan lahan perkebunan yaitu 79 ribu hektar. Hadirnya komoditas-komoditas lain, tidak mengecilkan peran industri kelapa sawit.

Muhammad Idris menambahkan, pemerintah mendukung dan mendorong pembangunan industri sawit di Sulbar. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya struktur khusus dalam instansi Dinas Perkebunan untuk memfokuskan perkembangan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.

Sesuai dengan Instruksi Presiden no. 12 Tahun 2019, Pemerintah Sulbar juga akan meningkatkan kolaborasi pemangku kepentingan untuk memperkuat data-data yang akan mendukung dan menjadi dasar untuk perkembangan industri. (YR)

(Visited 22 times, 1 visits today)