Tag: sdm

Awas, Pertanian Darurat SDM

Indonesia memamng memiliki luas lahan pertanian yang cukup besar, tapi sangat sayangkan saat ini sumber daya manusia (SDM) yang konsen atau terjun ke pertanian terus menyusut. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPP-SDM-P) Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana mengakui bahwa saat ini pemuda yang terjun ke industri pertanian semakin berkurang. Hal ini lantaran

Mengulik Riset Kelapa Sawit Indonesia

Jas merah atau jangan melupakan sejarah itulah yang dikatakan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Artinya berkembangnya riset kelapa sawit saat ini janganlah lupa bagaimana masuknya pertama kali. Memang Indonesia saat ini telah menjadi produsen terbesar crude palm oil (CPO) tapi semua itu bukanlah bisa dilakukan dengan instant. Semuanya membutuhkan proses, besarnya produksi CPO

Perkebunan Harus Berbenah Diri

Dahulu mengenal pertanian adalah budidaya bercocok tanam, tapi saat ini pertanian tidak sekedar berbudidaya tapi bagaimana bisa menjadikan nilai tambah dari suatu produk pertanian atau disebut dengan agribisnis. Bungaran Saragih, Menteri Pertanian perode 2000-2004 menjelaskan bahwa pembangunan sistem dan usaha agribisnis haruslah berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi. Namun usaha agribisnis tetaplah harus mulai dari

SDM Menentukan Daya Saing Komoditas

Suatu komoditas akan kuat jika didukung oleh suatu sumber daya manusia (SDM) yang juga kuat. Maka jika Indonesia ingin memenangkan persaingan di komoditas perkebunan harus bisa meningkatkan kualitas SDM perkebunan. Dalam era persaingan dagang bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus siap menghadapinya. Sebab suka tidak suka atau mau tidak mau Indonesia terlibat didalamnya

Dunia Usaha Harus Implementasikan SKKNI

Pemerintah memiliki empat strategi pengembangan sumberdaya manusia pertanian (perkebunan) menghadapi MEA. Pertama, pengembangan dan penerapan SKKNI/KKNI sektor pertanian. Melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 53 tahun 2015, pemerintah telah memberlakukan 31 SKKNI. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Pending Dadih Permana mengatakan, khusus untuk perkebunanan, kita sudah memiliki lima SKKNI yaitu Mandor

Perkebunan Motor Penggerak Sistem Sertifikasi

Sistem sertifikasi profesi sangat penting dalam menghadapi persaingan tenaga kerja. Sektor perkebunan bisa menjadi motor penggerak sistem ini. Karena sudah terkait industri. Di tengah persaingan yang begitu ketat, ketersediaan tenaga kerja yang handal menjadi sangat penting. Apalagi dalam menuju masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah di depan mata. Masuknya tenaga kerja dari negara ASEAN menjadi

Tiada Daya Saing Tanpa Inovasi

Ditengah-tengah melemahnya nilai mata uang Rupiah terhadap US Dolar, tidak semua sektor yang mendapatkan dampak negatif. Satu diantaranya pada sektor komoditas perkebunan atau lebih tepatnya pada kakao. Terbukti, saat ini petani kakao merasa happy (senang) karena dari hal tersebut saat ini harga biji kakao rata-rata telah menembus angka diatas Rp 38.000 – 45.000/kg. Namun, komoditas