Tag: kakao

PEMDA DIMINTA SIAPKAN BENIH KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN

Pemda diminta fokus pada komoditi perkebunan di daerah masing-masing. Komoditi itu didorong dan dikembangkan menjadi unggulan. Contohnya Sulawesi Tengah fokus pada kakao, kelapa dan cengkeh. Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan hal ini disela-sela mendampingi kunjungan Komisi IV DPR-RI ke Sulawesi Tengah. “Kita siap dukung daerah yang ingin fokus pada perkebunan, tetapi daerah juga harus menerima program

Harga Kakao Februari 2018

Kakao Un-Fermented Aceh Tamiang, NAD : 23.800 Tanah Datar, Sumbar : 22.700 Lampung Timur, Lampung : 25.250 Sukabumi, Jabar : 19.100 Kulon Progo, DIY : 17.000 Trenggalek, Jatim : 20.150 Lombok Timur, NTB : 23.500 Bulukumba, Sulsel : 21.500 Kolaka, Sultra : 19.700 Kakao Fermented: Aceh Utara, NAD : 22.000 Lima Puluh Kota, Sumbar :

Penangkar Benih Siap Mengamankan Benih Perkebunan

Yogyakarta – Tahun 2018 adalah tahun perbenihan, dimana setiap komoditas termasuk komoditas perkebunan membutuhkan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas. Atas dasar itulah Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI) siap mengamankannya. “Kami para pengakar benih perkebunan siap mengamankan benih perkebunan dalam mendukung program perbenihan ditahun 2018,” janji Ketua PPBTPI, Badaruddin Buang Sabang dalam rangkaian diskusi

Perdagangan Tidak Mengenal Pertemanan

Yogyakarta – Memang setiap negara mempunyai hubungan dengan negara lainnya, tapi jika sudah menyangkut tentang perdagangan maka tidak ada lagi yang namanya pertemanan. Hal itulah yang dibahas dalam Hari Perkebunan ke 60 di Instiper Yogyakarta. Sebab harus diakui tidak sedikit hasil perkebunan asal Indonesia yang dihambat masuk ke negaranya meskipun pada dasarnya Negara tersebut membutuhkannya.

Perkebunan Sumber Kemakmuran dan Perekat

Yogyakarta – Perkebunan sudah membuktikan diri sebagai penyumbang PDB Nasional terbesar tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 429 triliun. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, teh, rempah-rempah dan lainnya. Bahkan tingginya pendapatan yang dihasilkan dari komoditas perkebunan telah melebihi sektor migas yang nilainya hanya Rp 365 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh

Bambang: Perkebunan Sumber Pendapatan dan Perekat

Stop pengkerdilan tanamn perkebunan. Ini karena tanaman perkebunan tidak hanya menyumbang pendapatan negara terbesar, tapi juga sebagai perekat. Benar, perkebunan memang sudah membuktikan diri sebagai penyumbang PDB Nasional terbesar tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 429 triliun. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah dan lainnya. Bahkan tingginya pendapatan yang dihasilkan

WPLACE 2017: Memprediksi dan Strategi Penguatan Perkebunan

Benar, bahwa dunia masih mengakui Indonesia sebagai penghasil atau pemasok hasil-hasil perkebunan. Melihat hal ini maka PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menggelar World Plantation Conferences and Exhibition 2017 (WPLACE-2017) yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 Oktober 2017 di Jakarta. “Jadi dengan dalam WPLACE-2017 ini akan dibahas bagamaiana komoditas perkebunan di Indonesia kedepan dan

Kementan Membenarkan Neraca Perdagangan Ditopang Perkebunan

Harus diakui, bahwa ekspor hasil perkebunan turut andil yang cukup besar dalam mendongkrak neraca perdagangan, hal tersebut terlihat dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor komoditas pertanian bulan Januari hingga Agustus 2017 mencapai USD 22,18 miliar, sedangkan nilai impor hanya USD 11,20 miliar, sehingga surplus USD 10,98 miliar.

Jokowi Menghimbau Waktunya Mengarah Agribisnis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritisi cara peningkatan kesejahteraan petani atau nilai tukar petani yang dalam beberapa tahun terakhir selalu berkutat pada on farm-nya, selalu berkutat pada sektor budidaya, dan cenderung melupakan proses bisnisnya. Padahal, nilai tambah yang tinggi, nilai tambah yang besar itu berada pada proses agrobisnisnya. “Inilah paradigma yang harus kita ubah. Jangan sampai

Harga Kakao Agustus 2017

Kakao Un-Fermented Aceh Tamiang, NAD : 19.000 Tanah Datar, Sumbar : 21.400 Kerinci, Jambi : 17.000 Lampung Timur, Lampung : 23.100 Sukabumi, Jabar : 19.500 Kulon Progo, DIY : 17.000 Jembrana, Bali : 24.950 Timor Tengah Selatan, NTT : 19.000 Bulukumba, Sulsel : 20.250 Kakao Fermented: Aceh Utara, NAD : 21.350 Padang Pariaman, Sumbar :

PUSLITBANGBUN SIAPKAN BENIH UNGGUL UNTUK TAHUN PERBENIHAN

Perkebunan kopi, kakao dan rempah-rempah di Indonesia saat ini lebih dari 90% merupakan perkebunan rakyat. Salah satu permasalahan utama perkebunan rakyat adalah benih umumnya asalan. Hal ini menyebabkan produktivitas rendah dan sulit ditingkatkan, jenis produksi beragam, relatif rentan terhadap serangan OPT dan umur berproduksi lama. Saat ini Kementerian Pertanian sedang berupaya mengembalikan kejayaan rempah-rempah dan

MPPI: Tidak Ada Benih Berarti Tidak Ada Pangan

Benih dibutuhkan tapi tidak diprioritaskan yang terdengar hanya benih jagung dan padi. Padahaal kita juga membutuhkan benih kelapa dalam, tebu dan lainnya yang berpotensi untuk mendukung kedaulatan pangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron, di Jakarta. Lebih lanjut, Herman menyayangkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali plasma nutfah yang