TEBU

DPR : IMPOR GULA HARUS DIJAGA JANGAN SAMPAI KELEBIHAN PASOKAN

Jakarta, Mediaperkebunan.id Stok gula konsumsi sampai Mei 2021 dalam kondisi aman. Stok akhir Desember 2020 804.685 ton , perkiraan produksi dalam negeri 135.795 ton, perkiraan impor raw sugar setara GKP 646.944 ton sehingga persediaan gula 1.587.424 ton, kebutuhan diperkirakan 1.218.964 ton, neraca sampai Mei 368.460 ton. Herman Khaeron, anggota Komisi VI DPR-RI menyatakan hal ini.

TAHUN 2020 DEFISIT GULA BILA TIDAK ADA TAMBAHAN IMPOR

Jakarta, Mediaperkebunan.id Defisit gula konsumsi langsung akan terjadi pada tahun 2020 apabila tidak ada tambahan dari gula impor. Budi Hidayat, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia, menyatakan hal ini didampingi Dwi Purnomo Putranto, Sekretaris Eksekutif; Yadi Yusriadi dan Colosewoko, tenaga ahli pada Sugar Outlook 2020, Rabu (12/1). Berdasarkan stok awal sekitar 1,084 juta ton pada tahun

PENGGUNAAN BIOETANOL MASIH 0%

Tidak seperti biodiesel yang sudah bisa 30% bahkan sekarang sudah mau ke 50%, pencampuran bioetanol pada premium atau bensin lainnya untuk mencapai 2% saja tidak pernah bisa. Saat ini belum ada realisasi (0%). Padahal tidak seperti biodiesel yang perlu penyesuaian mesin, bioetanol justru membuat premium, pertalite atau pertamak menjadi lebih baik. Huda Wijayanto, dari Direktorat

INDUSTRI GULA THAILAND MASIH TERAPKAN BAGI HASIL

ASEAN dengan anggota 10 negara saat ini merupakan kawasan yang pertumbuhan ekonomi paling tinggi di kawasan, rata-rata 4%/tahun dengan Indonesia sebagai negara terbesar baik luasan maupun ekonominya. Dengan populasi 650 juta orang produksi gula ASEAN adalah 20 juta ton, dengan ekspor ke luar ASEAN 10 juta ton dan impor dari luar kawasan 8 juta ton.

KEBIJAKAN PEMBAGIAN PASAR GULA AKAN DIHAPUS

Di Indonesia saat ini gula yang beredar di pasar terbagi menjadi tiga yaitu GKP (Gula Kristal Putih) yang diproduksi PG berbasis tebu dan beredar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga: GKR (Gula Kristal Rafinasi) yang diproduksi oleh PG Rafinasi dengan bahan baku Gula Kristal Mentah (GKM impor); GKM impor untuk memenuhi kebutuhan PG Rafinasi. “Kebijakan ini

PTPN X TINGKATKAN ENGAGEMENT DENGAN PETANI

PTPN X saat ini mengelola 9 PG (Pabrik Gula) dengan kapasitas 39.100 ton tebu perhari. Bahan baku tebu 95% dari petani. Di sisi lain di Jawa Timur saat ini tumbuh PG baru sehingga persaingan untuk mendapatkan tebu semakin keras. Industri gula saat ini juga diregulasi dari sisi harga dan tata niaga. Dalam kondisi seperti ini

SWASEMBADA GULA TIDAK AKAN TERCAPAI KALAU TIDAK ADA LANGKAH NYATA

Indonesia mencanangkan swasembada gula dan sudah ada road map 2014-2019 yang diproyeksikan semakin meningkat. Kalau dilihat dari kondisi sekarang maka swasembada akan sulit tercapai. “Masalah-masalah yang dihadapi gula sangat nyata. Solusinya juga harus nyata. Karena itu IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) dan AGI (Asosiasi Gula Indonesia) mengadakan National Sugar Summit untuk memperoleh cara baru yang

PTPN X OPTIMISTIS TARGETKAN PRODUKSI 352 TON GULA

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X saat ini akan memasuki Musim Giling Tahun 2019, ditandai dengan acara Selamatan Buka Giling di Kantor Pusat PTPN X Surabaya. Pada tahun 2019 PTPN X menargetkan produksi gula total sebesar 352.184 ton dengan lumlah tebu digiling sebesar 4,3 juta ton. Sedangkan untuk angka rendemen ditargetkan sebesar 8,15% dengan produktivitas 75,92

SWASEMBADA GULA BELUM JELAS IMPLEMENTASINYA

Indonesia sejak puluhan tahun lalu sudah mencanangkan swasembada gula. Sayang kebijakan untuk mencapai swasembada gula ini masih belum jelas implementasinya. Aris Toharisman, Sekjen IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. “Kalau sudah bertekad swasembada harusnya segala upaya dikerahkan untuk mencapainya. Harus berhati-hati terhadap impor gula. Impor gula harus sesuai neraca kebutuhan,” katanya.

USULAN APTRI AKAN DIMASUKKAN DALAM KEBIJAKAN PERGULAAN NASIONAL

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kepala Staf Presiden Moeldoko menyampaikan usulan petani hasil rakernas di Yogyakarta. Menurut Arum Sabil, Ketua Dewan Pembina DPP APTRI , usulan petani yang disampaikan adalah : Kepastian nilai pembelian gula petani agar ditetapkan H-3 bulan sebelum petani

UPAYA KEMENTAN TINGKATKAN PRODUKSI GULA

Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas gula, Kementerian Pertanian melakukan berbagai upaya. Di antaranya peremajaan kebun dengan bongkar ratoon, penelitian oleh Balitbangtan yang menghasilkan varietas baru dengan produktivitas tebu 140 ton/ha, revitalisasi Pabrik Gula (PG) lama dan membuka kebun dan PG baru di luar Jawa. Kuntoro Boga Andri,Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian menyatakan hal ini. “Melalui

APTRI MINTA SK MENPERINDAG 527/2004 DIBERLAKUKAN KEMBALI

Tiga tahun terakhir petani tebu merasakan tidak ada keberpihakan pemerintah. Akibatya petani enggan menanam tebu, banyak yang beralih pada tanaman lain, PG kekurangan bahan baku dan tutup, produksi gula turun. Abdul Wachid, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. “PTPN 11 PG nya berkurang dari 17 tinggal 14. PTPN 10