Perjalanan Membangun Desa Digital dalam Industri Kelapa Sawit
Perjalanan Membangun Desa Digital dalam Industri Kelapa Sawit
Perjalanan Membangun Desa Digital dalam Industri Kelapa Sawit
Pontianak, Mediaperkebunan.id Petani di Pulau Padang Tikar , Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, yang terbagi menjadi 2 desa yaitu Padang Tikar 1 dan Padang Tikar 2 selama ini bercocok tanam berbagai komoditas seperti kelapa, cempedak, rambutan dan lain-lain. Mereka iri melihat kemajuan petani sawit. Mereka juga ingin menanam kelapa sawit supaya sejahtera. Ngatmin,
JAKARTA, mediaperkebunan.id – Bursa karbon di Indonesia yang telah berjalan menjadi bukti komitmen Indonesa untuk mengatasi emisi. Hal ini juga untuk menjaga keberlanjutan sawit Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar. Bahkan bursa yang ada di Indonesia lebih baik dibanding negara lain. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi serial kebijakan sawit Indonesia mengupas tuntas terkait
Pontianak, Mediaperkebunan.id Salah satu misi PT. Bumitama Gunajaya Agro (BGA) adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar & lingkungan. Misi ini diimplementasikan dengan pemberdayaan multi sektor sesuai potensi lokal dengan program plasma, income alternatif, penguatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja lokal. Dibuat juga S2H (Strategic Sosial Handling), untuk mengelola permasalahan sosial guna menciptakan keamanan usaha. Kamsen Saragih
Pontianak, Mediaperkebunan.id – Kemitraan merupakan keniscayaan dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit. Dimulai dari NES tahun 1975 , kemudian PIR BUN, PIR Lokal, PIR Swasta, PIR Trans, KKPA, Revit Bun dan sekarang kebun kemitraan dalam berbagai bentuknya. Mula Putera, Koordinator Kelembagaan. Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma menyatakan hal ini dalam pada Seminar Nasional Kemitraan
Pemipin Usaha Media Perkebunan, Hendra J Purba dan Asisten Daerah 2 Provinsi Kalbar, Ignatius IK, pada seminar Kemitraan Media Perkebunan dan BPDPKS
Seminar Nasional Planter Indonesia (SNPI) 2024 kembali digelar
PASER, mediaperkebunan.id – Industri kelapa sawit saat ini masih memiliki banyak tantangan. Untuk menghadapinya maka harus dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak, yang saat ini istilahnya disebut sebagai Pentahelix. Pentahelix merupakan kolaborasi beberapa pihak yaitu pemerintah, perusahaan/industri, perguruan tinggi/lembaga pelatihan, masyarakat komunitas (KUD, Poktan, Gapoktan, berbagai organisasi petani sawit), dan media massa. Demikian diungkapkan Direktur PT
JAKARTA, mediaperkebunan.id – Sistem sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) semestinya sudah menjawab tuntutan Undang-undang Antideforestasi Uni Eropa (EU Deforestation Regulation/ EUDR). Hal ini menjadi bukti komoditas kelapa sawit yang ada di Indonesia sudah menerapkan pola sustainability (keberlanjutan). “Jadi ISPO sudah memenuhi syarat berkelanjutan,” tukas Sekretaris Jenderal CPOPC Rizal Affandi Lukman, dalam Focus Group Discussion
Bandung, Mediaperkebunan Tanaman kelapa sawit Indonesia 72,88% berada di kelas lahan S3, sedang S2 14,22% dan S1 12,9%. Dengan kondisi seperti ini maka sebagian besar kebun kelapa sawit harus ada upaya lebih untuk peningkatan produktivitas karena fisik dan kimia tanahnya tidak bagus. Riza Arief Putranto, Wakil Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit menyatakan hal ini. Terdapat
Edward Silalahi, Wakil Ketua P3PI dan Posma Sinurat, Ketua Bidang Pabrik Kelapa Sawit P3PI
Bandung, Mediaperkebunan.id Permasalahan petani sawit hampir sama dengan korporasi sawit terkait kawasan hutan dan regulasi. Legalitas lahan petani sawit yang total 6,87 juta ha , hanya 8,5% yang memiliki SHM, sisanya dalam bentuk surat keterangan tanah yang diterbitkan kepala desa. Sekitar 2,16 juta ha terjebak dalam kawasan hutan (baik yang sudah SHM maupun masih surat