SURIP MAWARDI : KOPI, BERISIK DI HILIR, SUNYI DI HULU
“ Sangat memprihatinkan, saat ini terjadi paradoks, karena hilir kopi sangat aktif sekali, dengan berbagai kemasan dan polesan jadi “berisik”, tetapi di hulu sunyi senyap
“ Sangat memprihatinkan, saat ini terjadi paradoks, karena hilir kopi sangat aktif sekali, dengan berbagai kemasan dan polesan jadi “berisik”, tetapi di hulu sunyi senyap
“Pentingnya konsolidasi ini dilakukan, sebagai sarana untuk mempertemukan hulu dan hilirnya, produksi dan pasarnya, terutama pasar ekspornya. Saat ini kopi dan moringa sudah ada negara tujuan ekspor yang jelas terutama di Eropa,” ujar Prayudi Syamsuri, Direktur Pengolahan & Pemasaran Hasil Perkebunan, dalam arahannya pada kegiatan konsolidasi di Montana Primier Hotel, Senggigi
SYL menjelaskan banyak kopi asal Indonesia yang memiliki harga fantastis di toko kopi dunia. Bahkan berdasarkan harga di gelaran One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture di 10 negara, harga rata-rata kopi Indonesia mencapai Rp 400 hingga Rp 500 ribu per kilogram. Karena itu, kata SYL, potensi kopi yang cukup besar ini perlu ditingkatkan untuk memantik kesejahteraan petani dan masyarakat luas.
Dari aspek agribisnis, kopi cukup prospektif. Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah menyatakan hal ini pada sambutannya yang dibacakan Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Muhammad Rizal Ismail pada pembukaan “Peringatan Hari Kopi Nasional” yang diselenggarakan Dewan Kopi Indonesia, Sabtu (11/3).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong dan meningkatkan minat generasi milenial terhadap pertanian termasuk perkebunan. Minat ini tentunya diarahkan salah satunya untuk meningkatkan konsumsi kopi dalam negeri
Luas kebun kopi tersebut sebesar 50 hektar, dengan melakukan pencanangan kampung kopi di Pagaran, Tapanuli Utara, harapannya agar bisa menjadi suatu keunggulan di daerah tersebut dan lebih optimal dalam pengelolaan kopi.
Jakarta, mediaperkebunan.id – Tingginya akan permintaan kopi asal Inndonesia baik didalam ataupun luar negeri maka Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan terus mengembangkan produksi nasional. Tingginya permintaan akan kopi asal indonesia dikarenakan citarasa dan aromanya yang khas jika dibandingkan dengan kopi asal negara lainnya. “Jadi tingginya permintaan akan kopi maka kita Ditjen Perkebunan secara konsisten terus meningkatkan
Bandung, mediaperkebunan.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat jenderal Perkebunan memberdayakan program korporasi petani di Kab. Bandung Jawa Barat, Java Preanger Lestari Mandiri (JPLM ). Keberadaan korporasi ini telah memberikan fasilitasi kepada petani untuk semakin maju dan berkembang, fasilitas yang diterima berupa peremajaan tanaman kopi, pelatihan milenial, pelatihan ekspor, alat pasca panen atau sarana prasarana
Tangerang, mediaperkebunan.id – Sebagai komoditas unggulan bagi sektor perkebunan dalam negeri, industri kopi memiliki peran yang krusial terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Industri kopi telah berkontribusi sebagai pendorong pendapatan petani kopi, sumber devisa negara, penghasil bahan baku industri, hingga penyedia lapangan pekerjaan melalui kegiatan pengolahan, pemasaran, serta perdagangan ekspor dan impor. Guna memaksimalkan potensi dari industri
Jakarta, Mediaperkebunan.id Sustainability bagi kopi sangat penting yaitu bagaimana membangun ekosistem kopi berkelanjutan bagi semua pelaku bisnis sehingga bisa berjalan secara harmonis. Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia, Rusman Heriawan menyatakan hal ini. Dalam 15 tahun terakhir terjadi perubahan yang sangat signifika , dimana kopi menjadi gaya hidup baru anak muda. Karena itu sekarang bagaimana menciptakan
Jakarta, mediaperkebunan.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa hingga bulan Agustus lalu, ekspor pertanian tahun 2022 sudah capai USD 3,05 miliar. Dari nilai tersebut, subsektor perkebunan masih menjadi penyumbang terbesar, diantaranya kelapa sawit dan kopi yang masih menjadi komoditas unggulan ekspor pertanian. “Sejauh ini kinerja ekspor unggulan masih didominasi minyak kelapa sawit, besi dan
Benih merupakan salah satu faktor penentu produksi tanaman selain dari dukungan faktor-faktor produksi lainnya seperti pupuk, bahan pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT), air, cahaya, dan iklim. Dalam pemilihan benih aspek penting yang perlu diperhatikan adalah pemilihan varietas dan klon unggul serta kejelasan sumber benih. Kesadaran petani dalam penggunaan benih unggul kopi masih kurang optimal dan