Kementan Terus Pacu Peningkatan Produksi, Produktivitas Kelapa
Peluncuran dan diskusi Buku “Industri Kelapa Indonesia, Komoditi Leluhur yang Termarginalkan”, diselenggarakan Media Perkebunan di Jakarta, Rabu (18/10/2023).
Peluncuran dan diskusi Buku “Industri Kelapa Indonesia, Komoditi Leluhur yang Termarginalkan”, diselenggarakan Media Perkebunan di Jakarta, Rabu (18/10/2023).
Gorontalo, Mediaperkebunan.id PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) prosperity platform yang menghadirkan layanan keuangan inklusif untuk ekonomi akar rumput melalui teknologi dan prinsip keberlanjutan, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang merupakan anggota dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), serta Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (Kopek), untuk mendukung peningkatan produktivitas komoditas
Gorontalo, mediaperkebunan.id – Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Rulli Nuryanto mengatakan sebagai negara agraris, kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia khususnya di subsektor perkebunan. “Komoditas kelapa berkontribusi dalam penerimaan devisa negara, penyedia lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku berbagai industri dalam negeri, perolehan nilai
Oleh: Petrus Tjandra (Pemerhati Kelapa) Saat artikel ini ditulis Indonesia tengah menjadi tuan rumah World Coconut Day atau Hari Kelapa Sedunia yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo dari 21 hingga 25 September 2023. Tentu ini suatu penghargaan bagi kita namun juga menjadi momentum perenungan bagi kita untuk bertanya apakah kelapa Indonesia sudah sustain. Faktanya Direktur Eksekutif
Indragiri Hilir, Mediaperkebunan.id Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mendorong inovasi dan hilirisasi kelapa dalam sebagai kekuatan ekonomi bagi masyarakat di Pulau Kijang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Menurutnya, komoditas kelapa dalam memiliki potensi pasar yang cukup luas baik lokal maupun ekspor. Diketahui, komoditas kelapa memiliki banyak produk turunan seperti kerajinan batok kelapa, arang
Jakarta, Mediaperkebunan.id Burhanuddin Rafik merupakan petani kelapa yang ikut pelatihan kelapa internasional yang diselenggarakan ICC (international Coconut Community) di Lembaga Penelitian Kelapa, Srilanka. Meskipun Burhan merupakan petani kelapa kawakan, yang sejak dari kecil hidup dan mengusahakan kelapa di Indragiri Hilir, Riau tetapi tetap merasakan bahwa ilmu yang didapat dari pelatihan itu merupakan ilmu yang baru.
Riau – Badrun, pengrajin Nata De Coco asal Tembilahan Kota, Kec Tembihalan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, berkat keuletan dan ketekunannya berhasil meraih sukses hingga kini, dari hasil olahan air kelapa menjadi Nata Decoco. Setiap bulannya Badrun bisa mengantongi laba bersih tidak kurang dari Rp. 26 juta rupiah. Badrun menceritakan kisah suksesnya dalam mengembangkan
Ambon, mediaperkebunan.id – Akses pasar kelapa semakin luas, banyak orang tertarik menggeluti bisnis kelapa karena buah, daun hingga batangnya dapat dimanfaatkan, Provinsi Maluku Utara, salah satu contoh provinsi penghasil kelapa, sigap menangkap peluang besar ini. Pengembangan kelapa tak luput dari tantangan, khususnya proses budidaya bisa terjadi serangan hama atau penyakit paling sering yaitu belalang. Serangan
Salah satu program Petrus adalah membagikan 20.000 benih kelapa genjah pada petani di Lampung. “Dari sisi nilai kecil dibanding luas kelapa di Indonesia. Nilainya juga hanya sekitar Rp1 miliar dari uang pribadi saya. Tetapi ini iniasasi pribadi untuk mengetuk pengusaha dan pejabat supaya memperhatikan kelapa,” katanya.
Kelapa genjah menjadi salah satu pilihan bagi para petani/pekebun untuk menambah pendapatannya. Tanaman kelapa terdiri dari dua tipe, yaitu kelapa dalam dan kelapa Genjah. Perbedaan yang signifikan antara kelapa dalam dan kelapa genjah yaitu pada kecepatan berbuah, tinggi tanaman, dan ukuran serta jumlah buah. Pada kelapa dalam mulai berbuah pada usia tanam 6-8 tahun, tinggi
Kementan mengajak para penyuluh, petani maupun anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) untuk melakukan penanaman berbagai komoditas pangan strategis antara lain kelapa 10.000 batang di lahan 1000 hektare (ha) yang tersebar di Kabupaten Takalar.
Hingga saat ini Indonesia masih mengandalkan benih dari kebun blok penghasil tinggi yang berasal dari kebun produksi. Kabar baiknya sudah ada perusahaan swasta yang telah mengembangkan kebun induk dan segera menghasilkan benih kelapa hibrida yang merupakan persilangan antara kelapa genjah dengan kelapa dalam. Adapun 2 produsen benih swasta tersebut adalah PT Pangkoi Poniungan yang kebunnya