KAKAO

Soetanto Abdoellah: Kakao Indonesia Bisa Mendominasi Pasar Global, Ini Syaratnya!

Jakarta, mediaperkebunan.id – Industri kakao Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya produksi hingga minimnya dukungan kebijakan yang optimal. Namun, dengan penerapan teknologi dan strategi yang tepat, kakao Indonesia berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan seperti kelapa sawit. Ketua Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo), Soetanto Abdoellah melalui wawancara bersama Media Perkebunan pada hari Jumat (07/03)

Komoditas Perkebunan Ini Dongkrak NTP dan Ekspor Aceh pada Februari 2025

Banda Aceh, Mediaperkebunan.id – Ada sejumlah komoditas perkebunan dan hortikultura mampu mendongkrak nilai tukar petani (NTP) dan ekspor Provinsi Aceh pada Februari 2025. Untuk NTP diketahui ada dua komoditas perkebunan dan satu komoditas hortukultura yang terdongkrak menjadi 121,86 atau naik sebanyak 0,03 persen dibandingkan dengan NTP Januari 2025. Dua komoditas dimaksud, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari

Kenali Perbedaan Cokelat Couverture dan Compound, Jangan Sampai Salah!

Jakarta, mediaperkebunan.id – Cokelat merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman, tapi tahukah Kawab Medbun perbedaan cokelat couverture dan compound? Kedua jenis cokelat ini memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi komposisi, kadar lemak, proses tempering, hingga penggunaannya dalam pembuatan makanan. Memahami perbedaan antara cokelat compound dan cokelat couverture

Kakao Komoditas Perkebunan dengan Prospek Menjanjikan

Jakarta, mediaperkunan.id – Tingginya permintaan di pasar internasional, menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas perkebunan dengan prospek menjanjikan. Meskipun begitu, berbagai tantangan kerap mengancam kebun kakao di Indonesia, seperti terjadi perubahan iklim berdampak pada menurunnya kesejahteraan petani kakao. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merijanti Punguan Pitaria mengungkapkan, kurangnya bahan baku

Harga Kakao Non Fermentasi November 2024 Masih Tergolong Tinggi

Jakarta, mediaperkebunan.id – Harga kakao non fermentasi di Indonesia masih menunjukkan tren yang cukup tinggi pada pekan kelima November 2024. Informasi ini diperoleh dari laporan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Di wilayah Sumatera, harga kakao non fermentasi bervariasi. Di Pidie, Aceh, harga mencapai Rp 126.000 per kilogram. Sementara di

Januari sampai Oktober 2024 Ekspor Kakao, Sawit dan Kopi Naik

Jakarta, mediaperkebunan.id – Pada Januari sampai Oktober 2024 beberapa komoditas utama nilai ekspornya turun diantaranya lemak dan minyak hewan/nabati (HS-15) sebesar USD2,38 miliar. Tetapi penurunan ini dikompensasi oleh peningkatan nilai ekspor lainnya termasuk kakao dan olahnnya yang meningkat USD1,03 miliar. Plt Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan hal ini, Jumat , 15 November.

Semakin Menurun, HR Biji Kakao November 2024 Menyentuh USD 7.448,02/MT

Harga Referensi (HR) biji kakao November 2024 terus mengalami penurunan hingga menyentuh USD 7.448,02/MT. Berdasarkan siaran pers Kementerian Perdagangan (Kemendag), HR biji kakao turun sebesar 1,76% atau setara dengan USD 133,48.  Hal tersebut berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao November 2024 menjadi USD 7.037/MT atau turun sebanyak 1,81% setara dengan USD 130.

APCA: Ada Swiss sampai Belgian Chocolate, Bagaimana dengan Indonesian Chocolate?

Tangerang, mediaperkebunan.id – Dunia saat ini mengenal Swiss Chocolate, French Chocolate dan Belgian Chocolate, Indonesia juga perlu membuat Indonesian Chocolate. Louis Tanuhadi, Direktur and Executive Pastry Chef Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) of Indonesia menyatakan hal ini. Swiss adalah salah satu negara penghasil cokelat terbesar di dunia. Mayoritas produknya adalah Milk Chocolate, White

Ancaman Produktivitas Kakao di Tengah Kenaikan Harga

Saat ini harga kakao global sedang berada pada puncak tertinggi selama beberapa dekade terakhir. Seharusnya peluang ini dapat menjadi keuntungan bagi petani kakao di Indonesia, sayangnya petani kakao masih menghadapi berbagai ancaman yang mengganggu hasil produktivitas kakao. Berbagai tantangan yang dihadapi oleh petani mulai dari perubahan iklim, serangan penyakit, hingga akses terhadap pupuk menjadi penghalang

Teknologi untuk Kejayaan Kakao Indonesia

Tangerang, mediaperkebunan.id – Kejayaan kakao Indonesia harus kembali dengan tujuan memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan peningkatan kesejahteraan petani dengan jangka waktu 2024-2028, salah satunya dengan teknologi. Permasalahan budidaya kakao Indonesia adalah produktivitas rendah; penurunan kesuburan tanah; perubahan iklim, berdampak pada meningkatnya intensitas serangan OPT dan musim kering/basah yang tidak normal; kualitas mutu biji masih

Terus Menurun, HR Biji Kakao Oktober 2024 Menyentuh USD 7.581,49/MT

Harga Referensi (HR) Biji Kakao Oktober 2024 terus mengalami penurunan dari periode sebelumnya. Berdasarkan siaran pers Kementerian Perdagangan (Kemendag), HR Biji Kakao Oktober 2024 turun sebesar 4,24% atau setara USD 335,42 menjadi 7.581,49/MT. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim mengatakan bahwa penurunan HR dan HPE biji kakao periode ini disebabkan oleh peningkatan

FP2SB: Buat Satu Data Kakao yang Akurat

Tangerang, mediaperkebunan.id – Masalah utama kakao Indonesia adalah sulit membuat kebijakan yang tepat karena data masing-masing kementerian/lembaga berbeda-beda. “Kalau data saja sudah berbeda-beda bagaimana membuat kebijakan yang tepat. Sebaiknya semua pemangku kepentingan berkumpul untuk mencapai satu data kakao,” kata Achmad Manggabarani, Ketua Umum Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan pada Hari Kakao Indonesia. Misalnya data yang