KAKAO

PERBANYAK SUMBER BENIH KAKAO

Salah satu strategi untuk meningkatkan produksi kakao adalah dengan memperbanyak sumber benih. “Perlu dibangun sumber-sumber benih di setiap sentra produksi. Dengan cara ini tidak perlu lagi mengangkut benih dari Jawa sampai ke Sulawesi. Bangun sumber benih di setiap sentra produksi,” kata Rubiyo, Profesor Riset Bidang Pemulian dan Genetika Tanaman, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian

Perbaikan Kebun Kakao Harus “Dikeroyok”

Saat ini Indonesia tercatat sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia. Namun tanpa adanya perhatian khusus dari pemerintah maka produksi kakao nasional akan terus mengalami kecenderungan, sehingga penyelamatan kakao saat ini sudah sangat mendesak. Gamal Nasir, pengamat perkebunan, mengakui bahwa saat ini tren produksi kakao nasional meski meningkat tapi tidak signifikan. Hal ini ditenggari dengan

GERNAS KAKAO PENYELAMAT PRODUKSI KAKAO INDONESIA

Gernas kakao yang diselenggarakan selama 3 tahun yaitu 2009-2011 telah menjadi penyelemat kakao Indonesia. “Produksi kakao sekarang yang dikeluhkan kurang justru karena adanya gernas kakao. Kalau gernas kakao tidak ada maka bisa saja kakao Indonesia sekarang tinggal nama,” kata kata Dirjen Perkebunan Bambang, pada peringatan Hari Kakao Indonesia. Sebenarnya kalau dikelola dengan baik, produktivitas kakao

Polowijo Bangun Pabrik Magnesium Terbesar

Komitmen PT Polowijo Gosari menjadi perusahaan pupuk terbesar dan terdepan tidaklah main-main. Hal ini dibuktikan dengan dimulainya pembangunan pabrik magnesium berkapasitas 1 juta ton per tahun di Gresik, Jawa Timur. Deddy Harnoko Sucahyo, Direktur Utama PT Polowijo Gosari mengatakan total investasi pembangunan pabrik magnesium berkapasitas 1 juta ton per tahun ini mencapai lebih dari Rp.1

Akurasi Data Kunci Penguatan Perkebunan

Suka tidak suka harus diakui bahwa investasi yang besar pada sektor pertanian seperti pada komoditas perkebunan tidak hanya dapat mendorong pendapatan negara, tapi juga dapat meningkatkan pendapatan petani dan berdampak kepada sektor lainnya seperti transportasi, konsumsi hingga infrastruktur. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang mengakui untuk mengembangkan suatu komoditas membutuhkan data yang tidaklah kecil. Salah

KETUA UMUM ASKINDO BERLATAR BELAKANG INDUSTRI PENGOLAHAN

Masalah utama yang dihadapi kakao Indonesia saat ini rendahnya produksi. Hal ini mengakibatkan industri pengolahan kakao sulit mendapatkan bahan baku. Karena itu dalam Munas Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO) yang ke 18 berkembang wacana supaya Ketua Umum yang berlatar belakang eksportir bisa digantikan dengan industri pengolahan. Akhirnya yang terpilih adalah Arie Nauvel Iskandar dari PT Mars

KEMITRAAN PETANI MERUPAKAN STRATEGI BISNIS NESTLE

Nestle adalah perusahaan yang mengolah hasil pertanian. Saat ini sudah berumur 150 tahun dan ingin maju dan berkembang 150 tahun lagi. Perusahaan hanya bisa ada dan berkembang kalau ada petani. Kalau tidak ada petani maka tidak ada yang bisa diolah. “ Bagi Nestle upaya pembinaan petani supaya petani sustainable adalah strategi bisnis. Kita tidak punya

Potensi Ekspor Perkebunan Mencapai Rp 1.000 Triliun

Dari potensi yang ada, jika semua pihak memberi perhatian penuh pada sub sektor perkebunan mestinya mampu menghasilkan sebanyak Rp 1.000 triliun. Dalam kondisi yang belum terurus secara maksimal saja, 15 komoditas perkebunan menghasilkan devisa sekitar Rp 471,3 trilium pada 2017. Dari segi ekspor, perkebunan menjadi pemimpin ekspor. Pada 2017, dari 33,5 miliar USD ekspor pada

DPR : INDONESIA JANGAN IMPOR KAKAO

Indonesia tidak perlu jadi importir biji kakao. Kebun kakao yang ada sekarang lebih baik diberi perlakukan baik intensifikasi, rehabilitasi maupun peremajaan. “Di sini kebun kakao banyak sekali. Malu kita kalau masih impor kakao. Jangan beri kesempatan Kementerian Perdagangan memberi izin impor kakao,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Roem Kono pada kunjungan ke Kelompok Tani

Petani Kakao Mendesak Pemerintah Membentuk BPDP-Kakao

Arief Zamroni, Ketua Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI) mendesak, pemerintah agar dapat membiayai perbaikan tanaman kakao dari kutipan ekspor kakao. Bahkan pembentukan BPDP-Kakao pun juga sudah sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) No 39 tahun 2014 tentang Perkebunan yang memungkinkan adanya pembiayaan usaha perkebunan dari penghimpunan dana pelaku usaha. Tidak hanya itu, melalui BPDP-Kakao pemerintah dapat

PUSLITKOKA MAMPU HASILKAN 60 JUTA BENIH KOPI DAN KAKAO TIAP TAHUN

Kemampuan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) dalam menyediakan benih, baik dalam bentuk biji dan tanaman muda sudah teruji lewat track record yang sudah ada. Bila direncanakan dengan baik mampu memproduksi 30 juta masing-masing benih kopi dan kakao. “Bahkan dalam satu tahun kita pernah menghasilkan benih kakao 40 juta dan kopi 20 juta. Jadi

Kakao BL50 Mampu Produksi 4 Ton

Permintaan bibit kakao BL50 terus meningkat dari waktu ke waktu. Tak kurang dalam sebulan permintaan benih kakao dari Lima Puluh Kota itu mencapai 10 ribu batang. Bahkan, Edi Syafianto selaku pemilik varietas kakao unggul itu kewalahan memenuhi permintaan dari berbagai daerah baik dari Sumatera Barat maupun dari provinsi lain. Maklum kakao BL50 mampu memproduksi hingga