COMODITIES

WPLACE 2017: Ajang Pertemuan Perkebunan Indonesia

Memang hasil perkebunan di Indonesia rata-rata masuk lima besar di dunia, tapi jika semuanya digabungkan maka akan menjadi yang terbesar di dunia. atas dasar itulah PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menyelenggarakan World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017. Contohnya, karet dan lada yang saat ini sebagai peringkat nomor dua, kakao dan kopi peringkat nomor tiga,

Pasar Organik Lebih Menarik

Ambon – Benar, bahwa saat ini permintaan akan komoditas perkebunan terus meningkat baik untuk dalam ataupun luar negeri. Bahkan pasar akan permintaan komoditas perkebunan sudah mengarah kepada perkebunan organik. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Dudi Gunadi selepas penandatangan kerjasama petani pala dengan eksportir hasil perkebunan, di Ambon. Tidak hanya

Pupuk, Kunci Mengatasi Swasembada

Pupuk adalah faktor sangat penting dalam menunjang swasembada pangan, baik tebu, padi, ataupun lainnya. Ini karena peran pupuk bisa mencapai 20% dari total nilai keberhasilan usaha tani. Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir, berpendapat bahwa penyediaan pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia memberi andil besar dalam mensukseskan program swasembada pangan nasional. “Proporsi

INDONESIA HARUS JADI PEMIMPIN DUNIA BAHAN BAKAR NABATI

Sebagai produsen terbesar dan salah satu eksportir terbesar minyak sawit dunia, Indonesia harus bisa memanfaatkan surplus produksi minyak sawit dan tandan kosong untuk menjadi pemimpin dunia dalam produksi dan pemanfaatan bahan bakar nabati biohidrokarbon (green biodiesel, bensin nabati dan bioavtur) maupun bahan bakar nabati oksigenat (biodiesel dan bioetanol). Tatang H Soeriawidjaja, Ketua Umum Ikatan Ahli

APPI: Pemerintah Perhatikanlah Penangkar Perkebunan

Sangat disayangkan bila pemerintah kurang memerhatikan penangkar perkebunan, padahal penangkar salah satu komponen dalam sub sektor perkebunan yang tidak dapat diindahkan terkait ketersediaan bahan tanam unggul. Melihat hal tersebut maka dibentuklah Asosiasi Penangkar Perkebunan Indonesia (APPI). Sebab harus diakui bahwa saat ini pemerintah kurang memperhatikan para penangkar perkebunan. Disisi lain, penangkar adalah pihak yang paling

Pemerintah Menyediakan Benih Perkebunan Secara Swakelola

Merespon berbagai program pengembangan yang akhirnya tidak berjalan dengan baik karena aspek perbenihan dan banyaknya masalah terkait mutu benih di kegiatan sebelumnya maka Ditjebun melakukan sebuah perubahan kebijakan perbenihan. Dimana kegiatan perluasan dan peremajaan pada setiap daerah harus didasarkan pada ketersediaan benih. Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perkebunan. Ir Bambang, MM dalam arahnya pada Rapat Koordinasi

Pemerintah Minim Riset Perkebunan Hancur

Harus diakui bahwa komoditas perkebunan telah membuktikan sebagai penghasil devisa terbesar bahkan melebihi devisa yang dihasilkan oleh sektor minyak dan gas (migas), tapi sangat disayangkan perhatian pemerintah terhadap perkebunan masih rendah. Hal tersebut diungkapkan oleh ketua Komisi Pangan dan Pertanian, Dewan Riset Nasional, Haryono dalam Diskusi Kelapa Sawit dengan tema ”Inovasi dan Teknologi Terkini Dalam

Tanaman Perkebunan Lebih Menguntungkan

Banda Aceh – Sebaiknya Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk mulai mencari tanaman-tanaman unggulan di daerahnya yang memiliki harga jual yang baik. Janganlah terpaku pada tanaman-tanaman tertentu saja Hal tersebut diutarakan oleh Presiden RI, Joko Widodo dalam pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) ke-15 Tahun 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Provinsi

Mendag Minta Uni Eropa Tinjau Ulang Resolusi Sawit

Kementerian Perdagangan (Kemdag) telah meminta Uni Eropa secara serius meninjau ulang tuduhan sawit sebagai penyebab deforestasi seperti yang tertuang dalam resolusi parlemen Uni Eropa beberapa waktu lalu. Karena jika kebijakan ini terealisasi bakan berdampak pada hubungan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa yang telah terjalin harmonis selama ini. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku telah

Ekspor Teh Indonesia Terhambat Antrakuinon

Ambang batas zat antrakuinon sebesar 0,02 persen pada komoditas teh yang ditetapkan Uni Eropa menjadi salah satu hambatan bagi ekspor teh Indonesia. Pasalnya nilai ambang batas minimum antrakuinon sangat tidak logis. Apalagi teh merupakan produk minuman bukan makanan. Direktur Utama PT Pagilaran Rachmat Gunadi mengakui, nilai ambang batas sebesar 0,02 persen memang memberatkan. Karena sangat

Mekanisasi Irigasi Solusi Peningkatan Produksi

Thailand – Berbagai negara terus mengembangkan komoditas perkebunan, hal ini lantaran komoditas perkebunan tidak hanya memberikan pendapatan bagi pelaku tapi juga bagi negaranya. Atas dasar itulah saat ini berbagai negara saat ini sudah mulai mengarah kepada mekanisasi guna meningkatkan produktivitas hasil perkebunan. “Jadi saat ini memang mekanisasi unttuk perkebunan dan berbagai macam-macam. Namun, saya melihat

Sereh Wangi Solusi Tanaman Penjaga Taman Nasional

Masyarakat tidak akan merambah hutan jika diberikan lahan untuk melakukan budidaya (bertani), untuk itu pengelola Taman Nasional (TN) memberikan lahan kepada masyarakat Kampung Cibilik, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicuruk, Kabupaten Sukabuni Provinsi Jawa Barat untuk ditanamin sereh wangi. Hal itu yang diungkapkan oleh Koordinator Kelompok Masyarakat Peduli Alam Konservasi (KOMPAK), Zaenudin saat berkunjung ke redaksi Media