2nd T-POMI
2022, 10 November
Share berita:

Walaupun identik dengan pengusaha kaum pria, namun dalam bisnis penangkaran tanaman perkebunan ternyata terdapat Srikandi Perbenihan. Tidak hanya lihai namun memiliki gaya usaha yang berbeda.

Lidwina Arrungan, founder dari PT. Triwana Lestari Abadi, salah satu dari sedikit pengusaha perbenihan dari kaum perempuan. Hebatnya penangkar tanaman kopi, kakao dan kelapa sawit ini sudah menjalankan usahanya sejak tahun 2010, sementara di kegiatan penyediaan benih untuk reboisasi, penangkar asal Sulawesi Selatan sudah digeluti sejak tahun 2006.

Setidaknya jutaan bibit yang sudah diproduksi dari kebun pembibitannya di wilayah Bebunta Luwu Utara dan Sangalla Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan menyebar ke berbagai sentra perkebunan di Sulawesi sebagian besar telah menghasilkan. Saat ini bibitnya telah menghasilkan dan ratusan ha lahan kritis telah menjadi hijau. Sepanjang tahun 2021-2022 Lidwina mampu menghasilkan bibit kakao sebanyak 1.000.000 batang, kopi 500.000 batang dan sawit 100.000 batang. Sekaligus menjadi salah satu pemilik penangkar perempuan terbesar di Indonesia.

“Dalam mengembangkan usaha, saya menerapkan prinsip setia kawan. Saya sering melibatkan rekan-rekan penangkar lain setiap kali saya mendapatkan pekerjaannya. Saya ingin kami sama-sama hidup”, jelas Lidwina.

Selain itu, Lidwina menerapkan prinsip melayani, dimana ia ingin bibit yang berasal dari kebunnya harus berbakti kepada petani yang menanam. Sehingga dalam hal ini sangat peka terhadap mutu bibit yang ia bagikan dan pastikan masyarakat mendapatkan yang terbaik. Ia juga aktif dalam kegiatan aktivitas lingkungan pada 3 tahun terakhir di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Lidwina mengaku spirit kebersamaan dan kepekaan akan bagaimana nasib mereka yang kelak menggunakan bibitnya berakar dari kepribadiannya sebagai seorang perempuan dan juga Ibu. (NS/hmsdjbun)

Baca Juga:  BPDPKS dan Media Perkebunan Gelar FGD Peta Jalan Industri Benih Sawit