Berita Terbaru

Indonesia-Pakistan Perkuat Kerjasama Perdagangan Sawit

JAKARTA, Perkebunannews.com – Indonesia dan Pakistan memperkuat kerjasama perdagangan sawit melalui Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) di Karachi (19/1). Dubes RI Islamabad Iwan Suyudhie Amri, bersama Konsulat Jenderal RI Karachi Totok Prianamto dan Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono menyelenggarakan working Lunch dengan jajaran pengurus Pakistan Vanaspati Manufacture Association (PVMA) dan Pakistan Edible Oil Refiners Association

PTPN 8 AKAN MEMPERBANYAK BISNIS DILUAR TEH, KARET, SAWIT

PTPN 8 dengan komoditas utama teh, karet dan sawit yang kondisi harganya tidak terlalu menguntungkan, saat ini yang dilakukan direksi adalah penyelamatan perusahaan. Wahyu, Direktur Utama PTPN 8 menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. “Caranya dengan mengembangkan komoditi yang cepat menghasilkan yaitu tanaman semusim baik pangan maupun hortikultura . Program kami adalah menggunakan lahan eks karet

KADISBUN SUMSEL : MASIH BANYAK KENDALA PSR YANG HARUS DIATASI

Sumatera Selatan merupakan daerah pertama yang melaksanakan PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) di Kabupaten Musi Banyuasin seluas 4.446 ha. Potensi peremajaan di Sumsel sendiri mencapai 60.000 ha yang semuanya ada di petani plasma. Meskipun di Muba relatif sukses tetapi di kabupaten masih banyak hambatan. Fachrurrozi, Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. Kalau

DANA BPDPKS HARUS LEBIH BANYAK DIALOKASIKAN UNTUK PERBAIKAN SAWIT RAKYAT

Dana perkebunan sawit harus lebih banyak dialokasikan untuk mengatasi ketimpangan lewat perbaikan tata kelola perkebunan rakyat terutama untuk mengatasi masalah data dan legalitas sawit rakyat. Wiko Saputra, Peneliti Auriga Nusantara, menyatakan hal ini. Langkah perbaikan tata kelola sawit rakyat meliputi pendataan dan pemetaan dengan citra satelit resolusi tinggi dan drone; Penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya

UPAYA KEMENTAN TINGKATKAN PRODUKSI GULA

Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas gula, Kementerian Pertanian melakukan berbagai upaya. Di antaranya peremajaan kebun dengan bongkar ratoon, penelitian oleh Balitbangtan yang menghasilkan varietas baru dengan produktivitas tebu 140 ton/ha, revitalisasi Pabrik Gula (PG) lama dan membuka kebun dan PG baru di luar Jawa. Kuntoro Boga Andri,Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian menyatakan hal ini. “Melalui

Tahun 2065 Perkebunan Teh Hanya Tinggal Sejarah

JAKARTA, Perkebunannew.com – Jika tidak ada upaya yang significant untuk membendung penurunan areal perkebunan teh di Indonesia, diperkirakan perkebunan teh di Indonesia pada tahun 2065 hanya tinggal sejarah. Akibatnya, kerusakan lingkungan di areal high grown tea seperti banjir, dan longsor akan semakin parah. Demikian dikatakan pakar teh dari PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Rohayati Suprihatini.

PENGEMBANGAN INDUSTRI OLAHAN KELAPA MAMPU TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Pengembangan industri olahan kelapa mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara gradual. Wisnu Gardjito, pendiri komunitas The Green Coco Island (TGCI) menyatakan hal ini dalam perbincangan dengan Perkebunannews.com di markas TGCI di Depok, Jabar. TGCI merupakan komunitas penghasil produk olahan kelapa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia seperti TGCI NTB, Halmahera, Raja Ampat, Riau, Sumatera Barat, Kalsel

Tujuh Komoditas Menjadi Prioritas 2019

BOGOR, Perkebunannews.com – Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), pada 2019 memprioritaskan pengembangan perkebunan pada tujuh kemoditas seluas 88.681 hektar (Ha). Ketujuh komoditas itu meliputi pala (27.201 Ha), lada (7.020 Ha), kakao (8.000 Ha), kopi (12.000 Ha), kelapa (14.000 Ha), karet ( 6.010 Ha) dan tebu (14.450 Ha). Meski alokasi anggaran sub sektor perkebunan 2019

Kementan Mengguyur Bandung Dengan 1 Juta Bibit Kopi

Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengguyur Bandung dengan 3 juta bibit kopi kepada petani swadaya. Hal itu dilekukan sesuai dengan amanat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk terus mengangkat ekonomi petani. Jadi kesejahteraan petani merupakan cita-cita Presiden yang harus dibuktikan. Maka dari itu, Kementan sejak beberapa tahu lalu sudah memotong biaya

APTRI MINTA SK MENPERINDAG 527/2004 DIBERLAKUKAN KEMBALI

Tiga tahun terakhir petani tebu merasakan tidak ada keberpihakan pemerintah. Akibatya petani enggan menanam tebu, banyak yang beralih pada tanaman lain, PG kekurangan bahan baku dan tutup, produksi gula turun. Abdul Wachid, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. “PTPN 11 PG nya berkurang dari 17 tinggal 14. PTPN 10

PENANAMAN JAGUNG DIBAWAH TANAMAN PERKEBUNAN DIDORONG

Program pertama ketika Gatot Irianto menjadi Dirjen Tanaman Pangan adalah memperluas lahan. “Saya tidak mau membantu petani yang sudah biasa menanam jagung. Supaya langsung kelihatan hasilnya, kita tidak buka lahan baru tetapi manfaatkan lahan yang ada. Maka kita garap petani perkebunan dengan menanam jagung di bawah kelapa sawit, kelapa dan lain-lain. Kita beri bantuan benih,

GROYIELD, HARAPAN BARU PETANI KARET

Harga karet rendah sudah berlangsung lebih dari lima tahun dan belum ada tanda-tanda harga akan membaik. Dalam kondisi seperti ini maka salah satu cara yang bisa dilakukan supaya petani tetap mendapat laba adalah dengan menekan biaya produksi. Salah satu upaya menekan biaya produksi adalah dengan low frekuensi tapping (penjarangan hari sadap). Bagi yang biasa menyadap