Berita Terbaru

FoKSBI Siap Hadir Di 18 Provinsi Penghasil Kelapa Sawit

JAKARTA, Perkebunannews.com – Dengan mengusung tema “Pertemuan Konsultasi Persiapan Implementasi Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB)” bersama Provinsi Penghasil Kelapa Sawit, Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI), menggelar diskusi akbar di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (29/9). Dalam ajang yang diikuti oleh puluhan peserta ini, turut hadir beberapa pejabat Pemerintah terkait sebagai pembicara utama, seperti

ASPEKPIR RIAU : HILIRISASI SAWIT HARUS DIPERCEPAT

Untuk meningkatkan harga TBS petani, pemerintah sebaiknya mempercepat hilirisasi dan penyerapan biodiesel di dalam negeri. Dengan semakin banyak terserap di dalam negeri maka tidak terlalu terpengaruh dengan gejolak harga di luar negeri. Sutoyo, Ketua Dewan Pimpinan Daerah ASPEKPIR Riau. ‘Harga TBS dalam penetapannya tidak ditentukan oleh harga ekspor tetapi harga CPO di dalam negeri. Jadi

ASPEKPIR SESALKAN PUNGUTAN EKSPOR NOL

Keputusan pemerintah untuk tidak mengenakan pungutan ekspor ketika harga CPO dibawah USD500/ton dengan tujuan menaikkan harga TBS petani disesalkan oleh Ketua Umum ASPEKPIR (Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR), Setiyono. “Saya jadi petani kelapa sawit sejak tahun 1989. Turun naik adalah hal yang biasa, tidak perlu panik. Pasar CPO memang seperti itu dimana harga ditentukan oleh

LSM HALANGI MASYARAKAT MERAUKE SEJAHTERA LEWAT SAWIT

Kami ingin maju seperti saudara-saudara kami petani plasma sawit di Sumatera. Kami pernah berkunjung ke petani plasma di Sumsel dan mereka sejahtera. Kami ingin seperti mereka tetapi LSM menghalang-halangi. Demikian ungkapan hati dua putra daerah Merauke ketika berbincang-bicang dengan Perkebunannews.com. Mereka adalah Abraham Tiolmen, Ketua Koperasi Iskammekai dan Richard Nasai Koula, Ketua Koperasi Ingash Ghuzi,

90 Persen Minyak Nilam Dunia Dipasok Indonesia

MEDAN, Perkebunannews.com – Indonesia merupakan negara pemasok 90 persen kebutuhan minyak nilam di dunia. Dari 70 jenis minyak atsiri yang beredar di pasaran dunia, 40 jenis tanaman yang menghasilkan minyak atsiri terdapat di Indonesia. Namun dari jumlah itu baru sebagian yang digunakan sebagai sumber minyak atsiri secara komersial di antaranya berasal dari komoditas perkebunan, yakni

Menelisik Pala di Pulau Banda

Pulau Banda – Banda, tidak hanya kaya akan keindahan alamnya tapi juga kaya akan hasil rempahnya seperti pala yang saat ini telah menjadi tumpuan bagi sebagian masyarakatnya selain sebagai nelayan. “Bahkan nama Banda sudah terkenal sebebelum Indonesia merdeka. Ini karena Banda menyimpan hasil rempah seperti pala yang dahulu menjadi perebutan bangsa luar,” kata Direktur Perlindungan

DITJEN PSP BANGUN IRIGASI PERCONTOHAN UNTUK KOPI

Kebijakan dan program Ditjen PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) adalah mendukung pembangunan empat subsektor komoditas pertanian yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. “Kita dukung semuanya bukan hanya tanaman pangan saja,” kata Pending Dadih Permana, Dirjen PSP. Setelah selama ini fokus pada tanaman pangan, saat ini perkebunan juga mendapat perhatian. Saat ini Ditjen PSP sudah

SDM Milenial Kunci Meningkatkan Daya Saing Pertanian

Ditengah-tengah terus meningkatnya perasingan dalam dunia agribisnis maka sudah saatnya pemerintah menciptakan sumber daya manusia (SDM) milinial dibidang pertanian. Atas dasar itulah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menciptakan SDM Pertanian. “Jadi memang ada peningkatan signifikan ini terlihat dari total 977 lulusan sejak 2011-2014 menjadi 2.026 lulusan yang tercatat dari tahun 2015-2018 di

SAWIT DITAWAN BURUH MELAWAN

Koalisi Bipartit Sumsel yaitu APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Sumsel dengan Ketua Sumarjono Saragih, Abdulah Anang Koordinator/Ketua K-SPSI Sumsel, Ali Hanafiah Koodinator/Ketua K-SBSI Sumsel, Cerah Buana Koordinator/Ketua KASBI Sumsel, mengirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi tentang situasi terkini perkelapa sawitan yang sudah mulai mengancam kehidupan buruh. Dalam suratnya yang berjudul Sawit di Tawan Buruh Melawan mereka

SAWIT DIGANGGU LINGKUNGAN SEMAKIN RUSAK

Menanggapi serangan terhadap kelapa sawit Indonesia, terutama dari negara-negara Eropa, Agus Pakpahan, Ketua Badan Eksekutif Gapperindo (Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia) mengajak melihat dari pandangan lain yaitu belajar dari sejarah perang dunia 2. Setelah menang perang Amerika Serikat punya ide menghancurkan Jerman supaya tidak bangkit lagi. Maka pusat industri Jerman dihancurkan. Tetapi pengaruhnya Inggris, Perancis

INDUSTRI SAWIT TIDAK SENSITIF PADA PREDIKSI PENURUNAN HARGA

Penurunan harga CPO yang terjadi saat ini sudah diprediksi oleh Bank Dunia. “Mereka secara serius memantau data harga komoditas sejak tahun 1970 , bukan baru sekarang dan diproyeksikan sekian puluh tahun ke depan. Proyeksinya ternyata benar sekarang terjadi,” kata Agus Pakpahan, Ketua Badan Eksekutif Gapperindo (Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia). Masalahnya di Indonesia baik pelaku

Kaum Muda Sepatutnya Manfaatkan Potensi Perkebunan Secara Optimal

Jakarta, Perkebunannews.com – Sudah sepatutnya kaum muda memanfaatkan potensi perkebunan ini secara optimal sebagai lapangan usaha dan pekerjaannya. Karena nilai komoditas perkebunan sangat tinggi. Bahkan sumbangan devisa terhadap negara mengungguli PDB minyak dan gas. “Baru dengan kelapa sawit saja sebagai salah satu penghasil bahan pangan, bahan industri dan penghasil energi, banyak bangsa lain di dunia