Berita Terbaru

PEMERINTAH CARI JALAN ATASI TURUNNYA HARGA KOMODITAS PERKEBUNAN

Menghadapi turunnya beberapa komoditas perkebunan, terutama CPO juga kelapa dan komoditas lain, pemerintah tidak tinggal diam. “Kami sedang memikirkan berbagai cara untuk mengatasi masalah ini. Petani diminta kompak dan cerdas, jangan sampai terpancing untuk melakukan demonstrasi yang pada akhirnya pemerintah sibuk mengatasi demo dan bukan pada permasalahan pokoknya,” kata Dirjen Perkebunan, Bambang. Turunnya harga CPO

Pemerintah Segera Audit Greenpeace

Pemerintah berencana mengaudit Greenpeace Indonesia terkait dengan sepak terjang lembaga pemerhati lingkungan tersebut. Pasalnya, aksi-aksi Greenpeace dinilai merugikan nama baik industri sawit sehingga menggaggu kepentingan nasional. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Aksi Greenpeace memasuki kapal pembawa minyak sawit tidak seharusnya karena bukan wilayahnya. Untuk itu, pihaknya perlu melakukan klarifikasi kepada Greenpeace Indonesia

IPS Usulkan Bentuk Kementerian Khusus

Jakarta, Perkebunannews.com – Ketua Umum Indonesian Planters Society (IPS), Zulham S Koto mengungkapkan, salah satu kendala atau penghambat majunya industri pertanian dan perkebunan di tanah air adalah adanya kepentingan antar instansi terkait. Kepentingan-kepentingan inilah yang terkadang justru membuat koordinasi tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, agar Industri Agro dapat berkembang dengan baik, tentunya harus dilakukan

Lahan Eks PIR di Rohul Seluas 857 Ha Diremajakan

Jakarta, Perkebunannews.com – Lahan Eks PIR seluas 857 hektar (Ha) di Desa Boncah Kusuma, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, akhirnya diremajakan, Rabu (14/10). Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp 21,425 miliar dilakukan melalui swakelola. Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Bangkit Usaja Makmur Khoirum

Mengintip Perkebunan Minyak Emas di Carey Island

Kuala Lumpur – Ternyata bukan hanya Indonesia yang konsen terhadap pengembangan komoditas minyak emas atau kelapa sawit. Carey Island sebuah pulau yang permukaan daratannya lebih rendah dari permukaan lautannya juga tengah lama mengembangkan komodtas minyak emas. “Jadi perkebunan kelapa sawit yang ada disini usianya telah mencapai 60 tahun atau generasi ke tiga,” kata Manager Special

Kampanye Hitam LSM Turut Memukul Ekonomi Nasional

Tindakan Greenpeace yang mengatakan minyak kelapa sawit kotor berdampak buruk kepada imej dan ekspor kelapa sawit Indonesia dan ini berdampak kepada ekonomi nasional. Atas dasar itulah maka pemerintah diharapkan bisa segera untuk mengambil sikap. “Negara harus berpihak kepada minyak sawit yang berada dalam ancaman Greenpeace. Karena selama ini, negara merasakan keuntungan dari penerimaan devisa negara,”

Ekspor Kelapa Indonesia Terus Menggelora

Selain kelapa sawit, kelapa dalam pun masih sangat diminati oleh negara luar, diantaranya Filipina, China, USA, Belanda, Vietnam, Singapura, Korsel, Jepang, Jerman, Afrika Selatan, Rusia, Turki, Polandia, Kuwait, Uruguay, Malaysia dan Slovakia dan Papua Nugini. “Jadi selain kelapa sawit, kelapa dalam pun hingga saat ini masih sangat diminati oleh negara luar. Hal ini dapat terlihat

Harga Karet Lump Sedikit Melar

Jakarta, Perkebunannews.com – Harga karet Lump pada Oktober sedikti melar di beberapa daerah sentra penghasil karet. Di Kebupaten Tebo, Jambi, penjualan di tingkat petani naik dari Rp 9.150/Kg pada September menjadi Rp 9.265/Kg. Di Bangka Barat harga penjualan karet Lump sedikit lebih baik dari Rp 5.950/Kg pada September naik menjadi Rp 6.200/Kg pada Oktober. Demikian

SEGERA BENTUK BPDP KARET UNTUK PEREMAJAAN KARET RAKYAT

Indonesia merupakan pemilik kebun karet terluas di dunia tetapi produsen nomor 2 dunia setelah Thailand. Penyebabnya adalah produktivitas karet petani Indonesia jauh dibawah negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, Vietnam dan India. Produktivitas petani karet Indonesia 1 ton/ha/tahun sedang Thailand sudah 1,6 ton/ha/tahun. Pohon karet di Indonesia 85% masih menggunakan seedling tanpa seleksi dan klon lama,sedang

PUJAKESUMA DUKUNG PEMBENTUKAN KEMENTERIAN PERKEBUNAN

Perkebunan memegang peran yang penting dalam perekonomian Sumatera Utara. Dalam perekonomian nasional peran perkebunan sampai 3,58% sedang di Sumut diatas 5%. Sedang peran perkebunan Sumut terhadap perkebunan nasional adalah 20% dan ekspor perkebunan Sumut 23%. Perkebunan juga menjadi salah satu sektor yang banyak menyerap tenaga kerja di Sumut, baik bekerja di perusahaan perkebunan, petani dan

Ditjenbun Optimis Rekomtek PSR Rampung Akhir Tahun

Ditjen Perkebunan optimis bahwa rekomendasi teklnis (Rekomtek) Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) akan rampung atau selesai semuanya pada akhi tahun 2018 ini. “Kita optimistis dapat menerbitkan 185 ribu Rekomtek PSR, sebab di bulan Oktober saja kita mampu terbitkan rekomtek 42.950 hektar”, ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan, Bambang. Bambang mengungkapkan, sebelumnya minat masyarakat untuk meremajakan kebunnya terhambat.

PUJAKESUMA DIMINTA BANTU PSR

PUJAKESUMA (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) diminta membantu program-program pemerintah terutama terkait dengan perkebunan. Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan hal ini dalam Musyawarah Wilayah IV PUJAKESUMA Provinsi Sumatera Utara. Saat ini banyak program pemerintah pusat khususnya perkebunan yang dialokasikan untuk masyarakat tetapi belum bisa ditangkap penuh oleh daerah seperti program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat). Khusus Sumatera Utara