Berita Terbaru

Indonesia dan India Sepakat Mengembangkan Sawit Berkelanjutan

Indonesia dan India menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), dengan Solvent Extractors Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL). “Melalui kerjasama ini diaharapkan bisa memperkuat hunungan Indonesia dengan India dibidang pertumbuhan minyaknabati dan turunannya,” kata Darmin Nasution, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, disela-sela penandatanganan MoU, di

Pulau Salat Turut Mendongkrak Populasi Orangutan

Komitmen perusahaaan kelapa sawit untuk menjaga kelestarian orangutan tidaklah main-main, diantaranya PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) dengan membangun Pulau Salat dan terbukti di pulau tersebut populasi orangutan kian bertambah. Dunia bukan hanya untuk manusia saja tapi haruslah berbagi dengan makhluk hidup lainnya, itulah hidup agar keanekaragaman hayati bisa tetap ada. Tekad itulah yang dilakukan

Buktikan Jika Sawit Rusak Lingkungan

Petani kelapa sawit protes keras jika tanaman kelapa sawit dianggap merusak lingkungan seperti yang dituduhkan Uni Eropa. Justru perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani melalui pola perkebunan inti rakyat (PIR) sejak 1980-an malah memperbaiki lingkungan. “Tidak betul apa yang dituduhkan Uni Eropa tentang kelapa sawit yang merusak lingkungan. Kalau Uni Eropa punya penilaian bahwa kelapa

PEDOMAN PENETAPAN HARGA TBS UNTUK JAGA PETANI DAN PKS

Peraturan Menteri Pertanian yang mengatur tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun diperlukan untuk menjaga petani dan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit supaya sama-sama untung dan berkembang. Prof Ponten Naibaho, penyusun pedoman menyatakan kepada Perkebunannews.com. ‘Saya sudah terlibat dalam pembuatan pedoman harga pembelian TBS pekebun ini sejak tahun 1985. Dibentuk

Harga Kakao Juni 2018

Kakao Un-Fermented Pidie, NAD : 28.500 Asahan, Sumut : 26.450 Limapuluh Kota, Sumbar : 24.300 Lampung Timur, Lampung : 27.500 Tasikmalaya, Jabar : 27.000 Wonogiri, Jateng : 25.100 Malang, Jatim : 26.500 Jembrana, Bali : 29.000 Lombok Timur, NTB : 25.000 Ende, NTT : 28.000 Bulukumba, Sulsel : 35.950 Mamuju, Sulbar : 31.000 Kakao Fermented:

Harga Karet Lump Juni 2018

Karet Lump Aceh Utara, NAD : 7.000 Asahan, Sumut : 5.500 Kampar, Riau : 7.000 Tebo, Jambi : 8.650 Banyuasin, Sumsel : 6.250 Bangka Barat, Babel : 5.500 Lampung Utara, Lampung : 7.350 Lebak, Banten : 6.500 Cianjur, Jabar : 6.000 Kapuas, Kalteng : 7.825 Tapin, Kalsel : 7.335 Kukar, Kaltim : 6.400 Sinjai, Sulsel

Panasnya AS dan Tiongkok Memukul Minyak Nabati

Hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China semakin panas, Amerika telah mulai menerapkan tarif pajak tinggi kepada barang dari China dan Negeri Tirai Bambu tidak tinggal diam. Retaliasi pun dibalas secara proporsional dengan mengurangi pembelian kedelai dari AS. Eskalasi perselisihan dagang kedua negara Adi Kuasa ini mulai berpengaruh pada minyak nabati lainnya yang merupakan salah

Program T200 PTPN X Hasilkan Hablur Lebih 16 ton/Ha

Program T200 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mampu menghasilkan hablur lebih dari 16 ton per hektar (Ha). Dari hasil panen di Kebun Susubango, Kediri, Jawa Timur, akhir Juni lalu, produksi tebu dapat mencapai 2017 ton dari rata-rata luasa 3,5 Ha, rendemen 8,12 persen. Tim Pendamping Program T200 dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Prof

Usulan ISO 14080 Disetuji

Setelah melalui proses dan diskusi panjang yang sarat akan kepentingan, Indonesia akhirnya bisa berbangga ketika ISO, organisasi pengembang standar terbesar dunia, menetapkan dan mempublikasikan standar internasional ISO 14080 Greenhouse gas management and related activities. “Kurang lebih 3,5 tahun Indonesia berjuang agar standar rumah kaca ini jadi standar internasional. Apalagi efek emisi gas rumah kaca sudah

Awas, Indonesia Rentan Ketahanan Pangan

Merunjuk data Food and Agriculture Organization of the United Nations bahwa Indonesia rentan terhadap ketahanan pangan. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Ratno Soetjiptadie, Senior Expatriate Tech Cooperation ASPAC –FAO dalam Diskusi Terbatas yang dilakukan oleh Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) dengan tema, “Produktivitas VS Importasi, Ada Apa?” Memang, menurut catatan Ratno, FAO juga melakukan riset bahwa

PPKS : LAKUKAN PENGENDALIAN HAYATI SEDINI MUNGKIN

Belajar dari perkebunan kelapa sawit generasi tanam lebih dari dua khususnya di pulau Sumatera yang saat ini mengalami permasalahan OPT cukup serius, prospek pengendalian hayati di perkebunan kelapa sawit sangat besar. Agus Eko Prasetyo, Peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. Beberapa kesalahan teknis dalam pengendalian OPT di perkebunan kelapa sawit

REPLANTING SAWIT SUDAH MENDESAK

Ali Adin dari KUD Sawit Jaya Kabupaten Paser Kalimantan Timur menyatakan di kabupaten ini potensi petani anggota eks PIR adalah 17.0000 ha. Sebenarnya sejak 2009 sudah perlu ada yang diremajakan tetapi baru bisa realisasi tahun 2011 dengan kredit revitalisasi perkebunan. Saat ini sudah TM3 tetapi belum bisa mengangsur kredit karena kondisi avalis yaitu PTPN 13