Jakarta, mediaperkebunan.id – Harga kopi dunia pada 21 Maret 2025 mengalami pergerakan naik dan turun di beberapa pasar internasional. Berdasarkan data terbaru dari vietnam.vn, harga kopi robusta di bursa London mengalami kenaikan sedangkan harga kopi arabika di bursa New York mengalami penurunan.
Sementera itu, harga kopi Vietnam dan harga kopi Arabika Brazil cenderung mengalami kenaikan yang positif. Tren harga kopi dunia pada 21 Maret 2025 dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pasokan global, permintaan yang tinggi dari pasar internasional, dan situasi ekonomi dunia.
Harga Kopi Dunia per 21 Maret 2025
Harga kopi Robusta di bursa London mengalami penurunan sebesar 25 – 30 USD/ton, dengan kisaran harga 5.275 – 5.566 USD/ton. Rincian harga pengiriman sebagai berikut:
- Kontrak Mei 2025: 2.227 USD/ton, turun 30 USD/ton (-1,33%).
- Kontrak Juli 2025: 2.215 USD/ton, turun 28 USD/ton (-1,25%).
- Kontrak September 2025: 2.203 USD/ton, turun 25 USD/ton (-1,12%).
Sebaliknya, harga kopi Arabika di bursa New York mengalami kenaikan di semua periode pengiriman, dengan peningkatan 1 – 1,55 sen/lb. Kisaran harga saat ini berada di antara 362,45 – 397,60 sen/lb. Berikut rincian harga pengiriman:
- Kontrak Mei 2025: 185,40 sen/lb, naik 1,20 sen/lb (+0,65%).
- Kontrak Juli 2025: 183,80 sen/lb, naik 1,10 sen/lb (+0,60%).
- Kontrak September 2025: 181,50 sen/lb, naik 1,00 sen/lb (+0,55%).
Harga kopi Arabika Brazil juga menunjukkan tren naik yang stabil:
- Maret 2025: 481,85 USD/ton
- Mei 2025: 488,05 USD/ton
- Juli 2025: 483,65 USD/ton
- September 2025: 476,00 USD/ton
Sementara itu, di pasar domestik Vietnam, harga kopi kembali meningkat dalam kisaran 800 – 1.000 VND/kg, dengan rata-rata harga saat ini mencapai 134.900 VND/kg.
Faktor Kenaikan Harga
Menurut para ahli, kenaikan dan penurunan harga kopi dunia per 21 Maret 2025 ini didorong oleh beberapa faktor utama:
1. Kebijakan Moneter The Fed
The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tidak berubah yang mengurangi tekanan terhadap nilai tukar USD. Hal ini kemudian mendukung kenaikan harga komoditas termasuk kopi karena perdagangan global menjadi lebih stabil.
2. Penurunan Produksi Global
Laporan dari International Coffee Organization (ICO) menyebutkan bahwa produksi kopi global turun hingga 20% dibandingkan dengan perkiraan awal. Kondisi ini terutama terjadi di negara produsen utama seperti Vietnam dan Brasilyang mengalami tantangan cuaca dan kondisi pertanian yang kurang menguntungkan.
3. Peningkatan Permintaan Ekspor
Negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok terus meningkatkan impor kopi untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Lonjakan permintaan ini semakin memperketat pasokan di pasar global.
4. Kurs Brazil Menguat
Mata uang Brazil naik ke level tertinggi dalam empat setengah bulan terakhir terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat para eksportir kopi Brazil tidak menjual produk mereka ke pasar internasional yang semakin memperketat pasokan.