2022, 14 Februari
Share berita:

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Pertumbuhan permintaan benih kelapa sawit 2022 diperikirakan naik dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan penjualan benih nasional total keseluruhan dapat mencapai sekitar 23 persen.

“Saya kira permintaan kecambah juga akan tetap tinggi. Untuk benih sawit Dami Mas saja mungkin ada kenaikan 40 persen tahun 2022 ini,” ujar Pimpinan PT Dami Mas Sejahtera kepada Media Perkebunan.

Menurut Suryanto, adanya kenaikan permintaan benih sawit dipicu naiknya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sejak akhir 2021 lalu. Adanya program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang dilakukan pemerintah juga menjadi penyebabnya.

Lebih lanjut Suryanto mengungkapkan, produksi benih Sinar Mas melalui PT Dami Mas Sejahtera memiliki kapasitas produksi mencapai 15 juta kecambah. “Tapi produksi benih sawit saat ini baru 70 persen dari kapasitas,” katanya.

PT Dami Mas saat ini memilik benih sawit yang reguler, benih sawit teloren ganoderma, dan juga benih yang toleran di areal panas. “Sedangkan permintaan yang paling banyak benih yang reguler,” kata Suryanto.

PT Dami Mas sendiri mempunyai produksi 30 persen benih yang toleran ganoderma. Hal ini mengingat di areal inti sudah ada standar operasionalnya jika terdapat potensi ganoderma dipakailah bibit yang toleran ganoderma.

Sementara ini, kata Suryanto, benih sawit varietas PT Dami Mas yakni EKA1 dan EKA2 baru digunakan untuk lahan perkebunan perusahaan saja. Namun jika nanti ada potensi permintaan yang tinggi benih itu akan dilepas ke konsumen.

Terkait program PSR, menurut Suryanto, benih untuk petani terutama untuk areal peremajaan sebaiknya menggunakan benih yang toleran terhadap ganoderma. Karena biasanya tanaman yang direplanting sudah ada potensi ganoderma. (Lebih lengkapnya baca Majalah Media Perkebunan edisi terbaru). (HP/YR)