2nd T-POMI
2024, 26 April
Share berita:

Jakarta, Mediaperkebunan.id – White coffee atau kopi putih merupakan salah satu jenis kopi populer dikalangan pecinta kopi. Berbeda dari kopi hitam, kopi putih melewati proses pemanggangan yang berbeda dari biji kopi biasanya.

Lalu dari manakah kopi putih berasal dan bagaimana cara pembuatannya? Mari simak artikel berikut ini untuk mengetahui fakta menarik white coffee.

Pembuatan White Coffee

Dalam hal kopi, ada berbagai jenis kopi yang dapat dipilih. Salah satu jenis kopi yang semakin populer selama beberapa tahun terakhir adalah white coffee. Namanya white coffee diambil dari proses pemanggangannya yang unik dan melibatkan pemanggangan biji kopi pada suhu yang lebih rendah serta waktu yang lebih singkat.

Hal tersebut membuat white coffee menghasilkan warna biji kopi yang lebih terang dan profil rasa yang lebih ringan. Tidak seperti kopi panggang lainnya yang biji kopinya berwarna cokelat sedang hingga gelap, biji kopi putih memiliki warna kuning-krem pucat. Fakta menarik white coffee lainnya adalah diduga kopi jenis ini berasal dari Yaman. 

Menurut catatan sejarah, kopi di Yaman disajikan dengan gaya tradisional yang menghasilkan white coffee. Pada saat itu biji kopi dipanggang secara manual dan sederhana bersama rempah dan biji lainnya. Kopinya tidak dipanggang sampai benar-benar hitam sehingga biji kopinya mempunyai warna yang masih muda dan mempunyai cita rasa campuran rempah yang unik.

Perbedaan yang signifikan antara kopi putih dan kopi hitam adalah suhu dan waktu pemanggangan. Kopi hitam dipanggang pada suhu yang lebih tinggi mulai dari 400 hingga 475 derajat Fahrenheit lebih lama, sedangkan kopi putih dipanggang setengah matang pada suhu yang lebih rendah yaitu 325 derajat Fahrenheit. 

Baca Juga:  MINUM TEH, AMAN DAN BERMANFAAT SAAT SAHUR DAN BERBUKA PUASA

Dibandingkan dengan kopi light roast yang ditarik tepat setelah retakan pertama dalam proses pemanggangan, biji kopi putih ditarik tepat sebelum retakan pertama ketika biji kopi berwarna keputihan. Waktu pemanggangan yang singkat pada kopi putih ini membuatnya tidak terlalu mempunyai rasa asam dibandingkan dengan kopi hitam yang dipanggang secara tradisional.

Meskipun rasa kopi putih akan bergantung pada varietas biji kopi arabika atau robusta dan asal kopi, proses pemanggangan kopi putih memberikan profil rasa yang unik dan tubuh yang ringan dan halus. Tidak seperti kopi tradisional yang dipanggang hingga berubah warna menjadi cokelat dan menghasilkan rasa pahit yang kuat, kopi putih memiliki rasa manis dan pedas dengan sedikit aroma bunga.

Rasa manisnya berasal dari gula alami pada biji kopi yang baru dipanggang, sedangkan rasa kacangnya berasal dari minyak alami yang ditahan selama proses pemanggangan. Hal ini membuat kopi biji putih menjadi pilihan yang sangat baik bagi mereka yang menginginkan kopi yang tidak terlalu kuat atau pahit.

Karena kopi putih dipanggang dalam waktu yang lebih singkat dengan suhu yang lebih rendah, biji kopi menjadi lebih padat dan keras. Hal ini kemudian membuat biji kopi putih sangat sulit untuk digiling dalam penggiling kopi rumahan. Jadi biasanya kopi putih dijual dalam bentuk kopi bubuk bukan biji utuh.  

Kopi putih tidak diseduh sama seperti kopi biasa di mesin pembuat kopi rumahan karena hasilnya terlihat lebih bening. Namun, ketika penuangan kedua, Anda akan mendapatkan cairan kopi yang lebih pekat. Untuk membuat kopi yang lebih pekat, Anda bisa menambahkan satu sendok kopi panggang biasa.

Di Indonesia, white coffee identik dengan luwak white coffee. Luwak white coffee didapatkan melalui proses fermentasi biji kopi pada perut luwak sehingga menghasilkan biji kopi putih. Proses fermentasi biji kopi pada luak merupakan proses fermentasi yang sempurna sehingga menghasilkan aroma dan rasa kopi yang khas.

Baca Juga:  Pandemi Tidak Mempengaruhi Permintaan dan Produksi Kopi

White coffee populer lainnya berasal dari malaysia yang dikenal dengan white coffee ipoh. White coffee ipoh diperoleh dari proses pemanggangan kopi dalam suhu rendah dan menggunakan margarin. Tenik pemanggangan ini menghasilkan aroma yang lebih kuat dan tekstur yang creamy.

Manfaat 

1. Mempunyai jumlah kalori yang sedikit

White coffee memiliki beberapa manfaat salah satunya adalah dapat menghilangkan kalori dan lemak ekstra yang tidak dibutuhkan tubuh. Satu cangkir kopi putih hanya mengandung dua hingga lima kalori apabila tidak ditambahkan dengan gula yang banyak.

2. Memberikan energi bagi tubuh

White coffee mengandung kafein hingga 50% lebih banyak daripada kopi hitam. Hal ini karena saat biji kopi dipanggang, kafein alami akan terbakar, sehingga proses pemanggangan kopi putih mempertahankan lebih banyak kafein daripada kopi yang dipanggang sepenuhnya. Seperti halnya kopi panggang lainnya, kadar kafein dalam satu cangkir akan bervariasi berdasarkan metode penyeduhannya.

Oleh karena itu kopi putih merupakan pilihan minuman terbaik untuk membantu memulai hari Anda yang rendah kalori tetapi kaya akan kandungan kafein. Tidak diragukan lagi bahwa kopi jenis ini akan memberikan dorongan energi untuk memulai hari.

3. Kaya akan antioksidan

White coffee mengandung konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi daripada biji kopi hitam biasa, tetapi juga telah terbukti bahwa kopi memiliki jumlah asam klorogenat yang signifikan.  Saat biji kopi dipanggang kadar asam klorogenat menurun, sehingga kopi biji putih mengandung lebih banyak asam klorogenat karena biji kopi jenis ini dipanggang dengan waktu yang lebih sebentar.

Diperkirakan bahwa molekul antioksidan yang dikenal sebagai asam klorogenat dapat mempercepat laju pembakaran lemak yang tersimpan di dalam tubuh Anda. Selain itu, hal ini dapat membantu mencegah lonjakan gula darah dengan membantu menunda pelepasan karbohidrat sederhana ke dalam sirkulasi. Penelitian menunjukkan bahwa asam klorogenat dapat berdampak positif pada kesehatan manusia, termasuk kemungkinan lebih rendah terkena diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Baca Juga:  Siswa Milenial Mampu Hasilkan Kopi Berdaya Saing

4. Terasa lebih lembut pada sistem pencernaan

Tingkat keasaman dalam kopi mungkin terlalu tajam untuk selera individu tertentu. Tingkat asam yang terlalu tajam pada secangkir kopi akan mengakibatkan sakit perut, refluks asam lambung, atau mulas. White coffee merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang tidak tahan dengan asam kopi karena kopi putih memiliki tingkat keasaman yang cukup rendah dibandingkan dengan jenis kopi lainnya.

5. Tidak mengandung tambahan apapun

White coffee merupakan pilihan kopi terbaik untuk dipertimbangkan jika Anda ingin mengurangi jumlah bahan kimia tambahan dalam makanan Anda. Hal ini dikarenakan kopi putih tidak membutuhkan rasa tambahan lain karena sudah dibumbui secara alami dengan madu atau gula tanpa mempengaruhi rasa seduhan. Tidak seperti kopi panggang lainnya yang terkadang mempunyai rasa tambahan untuk meningkatkan cita rasa kopi.

Perbedaan white coffee dan kopi biasa terletak pada proses pemanggangan, kandungan kafein, tingkat keasaman, dan rasa. Meskipun kopi putih mungkin tidak begitu dikenal seperti kopi biasa, white coffee merupakan tren kopi yang banyak diminati dan akan memberikan sensasi rasa kopi yang berbeda dari jenis kopi lainnya.