2nd T-POMI
2022, 23 Maret
Share berita:

Jakarta, mediaperkebunan.id – Apical Group, produsen minyak goreng dengan merek Harumas dan Camar, memastikan ketersediaan stok minyak goreng untuk masyarakat khususnya pasar domestik seiring dengan dukungan Apical Group bersama Kementerian Perindustrian untuk membantu memastikan kebutuhan minyak goreng di dalam negeri.

RGE Palm Business Director, Bernard A. Riedo mengatakan “bahwa Apical melalui PT Asianagro Agungjaya (AAJ) selalu berkomitmen untuk memproduksi produk minyak goreng berkualitas dan memastikan ketersediaan produk minyak goreng kemasan di pasar domestik.”

Bernard menambahkan sejak Januari hingga Maret 2022 lalu, Apical Group telah menjual minyak kemasan dan minyak curah di pasar domestik melalui berbagai saluran distribusi seperti halnya pasar tradisional, serta toko ritel.

Produk-produk yang diproduksi oleh Apical telah terdistribusi di 40 kota di Indonesia. Khususnya untuk retail modern market Apical telah membantu pasokan minyak goreng sampai ranah nasional sesuai cabang retail modern market masing-masing via distribution center.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, “kita melaksanakan sidak ke pasar untuk memastikan bahwa hari ini minyak curah sudah tersedia, dan kita cek langsung ke Apical Group untuk memastikan agar harga HET dari pemerintah dapat bertahap bagi kebutuhan masyarakat dapat tersedia sehingga tidak terjadi penyimpangan. Tadi sudah kami cek barangnya telah sampai di pasar tradisional. Dengan ini tentunya saya berharap bagi rekan-rekan yang lain untuk melakukan hal yang sama.”

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, “kita semua kompak ingin menyukseskan dan menyelesaikan permasalahan minyak goreng. Mudah-mudahan di retail modern khususnya untuk kemasan ini barang-barangnya sudah masuk dalam 3-4 hari ke depan dan harga semakin turun dengan melimpahnya stok yang akan datang. Saya yakin bahwa kekompakan kita dalam membantu Memperin dan Kapolri bisa menyelesaikan penyimpangan secara hukum.”

Baca Juga:  DMO dan DPO Menghambat Ekspor Sawit

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, bahwa penampilannya untuk pertama kali di publik sangat berkaitan dengan tugasnya dalam mendorong produsen-produsen agar mereka ikut berpartisipasi dalam program penyediaan minyak goreng sawit untuk masyarakat dan usaha kecil mikro dan koperasi (UKMK).

“Saat ini sudah ada sekitar 80 perusahaan industri yang menghasilkan minyak goreng sawit berbasis curah yang mendaftar ke SININAS Kementerian Perindustrian, 41 perusahaan termasuk salah satunya adalah AAJ, yang merupakan perusahaan pertama yang kami keluarkan nomor registrasinya sehingga mereka adalah perusahaan pertama yang mengikuti program ini,” papar Agus.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa pihaknya sangat optimis bahwa program ini bisa berjalan dengan baik, Presiden RI, Joko Widodo juga sudah mengalihkan pendekatan-pendekatan trading menjadi pendekatan industri.

“Oleh sebab itu, kami mengajak seluruh industri untuk berpartisipasi agar ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat dan UMKM dengan harga yang ditetapkan Harga Eceran Terendah (HET) Bapak Mendag bisa tercapai,” ungkap Agus.