18 February, 2020

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Akibat virus Corona atau Convid-19 yang melanda China, ekspor kelapa sawit ke negeri Tirain Bambu pada Februari 2020 anjlok sekitar 77,27 persen. Karena ekspor sawit Februari ini hanya mencapai 84.000 ton. Padahal di periode yang sama tahun 2019, ekspor sawit sebesar 371 ribu ton.

Demikian dikatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (17/2). Diakui, ekspor kelapa sawit selama ini memberi kontribusi terbesar. Namun, ”Pada bulan Februari 2020 ini, realisasinya hanya 84.000 ton. Pada periode yang sama tahun 2019 mencapai 371.000 ton,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Mentan Syahru, pihaknya berupaya mengantisipasi penurunan ekspor pertanian ke China dengan mencari dan memanfaatkan pasar lain yang juga potensial.

“Kementan Pertanian berupaya mengantisipasi penurunan ekspor pertanian ke China melalui koordinasi dengan eksportir untuk memanfaatkan pasar ekspor alternatif seperti ke India, Timur Tengah dan Russia,” ujar Syahrul.

Disebutkan, data ekspor sawit pada Februari 2020 tercatat hanya sebesar 84.000 ton. Jika dibandingkan pada Februari 2019, ekspor sawit ke China anjlok sekitar 77,27 persen.

Untuk realisasi ekspor sawit pada Januari 2020 mencapai 430 ribu ton. Sedangkan secara “year on year” ekspor Januari 2020 meningkat sebesar 3 persen dari bulan Januari 2019 yang tercatat sebesar 469.000 ton.

Mentan menyebutkan, ekspor komoditas perkebunan lainnya juga mengalami penurunan penurunan, seperti kelapa turun sebesar 4,71 persen dari 24.000 ton pada Januari 2020, menjadi 23.000 ton pada Februari 2020. (YR)

(Visited 110 times, 1 visits today)