Tag: p-news

Kopi Mulai Menyasar Anak Muda

Membengkaknya pasar kopi lebih dikarenakan mulai menyasar anak muda. Atas dasar itulah Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) melakukan kolaborasi dengan anak muda. “Kolaborasi sinergis untuk menarik minat anak muda terjun ke dunia pertanian khususnya perkebunan mutlak diperlukan,” kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjenbun Dedi Junaedi. Lebih lanjut menurut Dedi, bahwa anak-anak

Ekspor Tepung Kelapa Mulai Menggoda

Gorontalo – Demi meningkatkan nilai tambah didalam negeri maka Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggenjot hilirisasi minimal barang setengah jadi untuk diekspor. “Jadi saat ini kita mengeskpor 8.160 ton tepung kelapa untuk pasar luar negeri,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Lebih lanjut, menurut Amran ekspor tersebut dikirim ke China, Taiwan, Hamburg dan

ALISHTER SUDAH LATIH 12.207 PETANI GUNAKAN HERBISIDA TERBATAS DENGAN BENAR

Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISTHER) sejak berdiri tahun 2015 sudah melatih 12.207 petani di seluruh Indonesia. Ketua ALISTHER, Mulyadi Benteng, menyatakan hal ini pada Musyawarah h Besar ALISTHER 2019. “ALISTHER dibentuk karena waktu itu pemerintah melihat pelatihan yang diberikan perusahaan yang mendapat izin menggunakan bahan aktif herbisida parakuat masih kurang. Ini respon kami dan keinginan

PTPN Holding Usung Brand Baru “Walini”

KARANGANYAR, Perkebunannews.com – Holding Perkebunan Nusantara meluncurkan corporate identity dan product brand baru “Walini” untuk empat komoditas produk PTPN yakni gula, minyak goreng, teh dan kopi. Keempat produk tersebut diperuntukan menembus pasar ritel pada tahun ini. “Setelah peluncuran ini, secara resmi seluruh produk PTPN akan menggunakan brand Walini. Dengan logo dan brand baru ini kami

DITJENBUN ALOKASIKAN PERLUASAN KOPI ARABIKA 500 HA DI KERINCI

Tahun 2019 Ditjenbun mengalokasikan perluasan tanaman kopi arabika seluas 500 ha di Kabupaten Kerinci dan 200 ha di Kotamadya Sungai Penuh. Kopi arabika dikembangkan di lereng-lereng gunung yang selama ini tidak pernah ditanami kopi dan digabungkan dengan kayu manis sebagai tanaman penaung. Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan hal ini ketika melakukan kunjungan kerja di Kerinci. Pengembangan

Santri Tani Milenial Perkuat Sektor Perkebunan

TASIKMALAYA, Perkebunannews.com – Kementerian Pertanian terus memperkuat sub sektor perkebunan melalui program “Santri Tani Milenial’. Karena santri sebagai SDM pertanian yang potensial untuk menggerakan sektor pertanian khususnya perkebunan. Potensi perkebunan sendiri sangat luas dan santri adalah SDM yang tepat untuk mengembangkan potensi perkebunan. Sejumlah bantuan pun diserahkan kepada santri, khususnya Jawa Barat antara lain bibit

Mentan Luncurkan Santri Tani Milenial

TASIKMALAYA, Perkebunannews.com – Santri merupakan energi baru dalam ketahanan pangah. Untuk itu pemerintah memberi sejumlah bantuan bibit ternak, padi, buah, kopi dan alat pertanian kepada santri seluruh Indonesia. Hal tersebut dikatakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada peluncuran program “Santri Tani Milenial” di Manonjaya, Tasikmalaya, Jumat (25/1). Turut hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Jawa Barat

PERMASALAHAN PENGEMBANGAN KENAF

Permintaan dunia akan serat alam dari tanaman serat, seperti kenaf, sangat tinggi, saat ini supply serat kenaf baru memenuhi kebutuhan 60% saja. Permasalahan dalam pengembangan kenaf di Indonesia untuk mendukung industri yang menggunakan serat kenaf adalah sistem pemasaran yang ada. Saat ini sistem pemasaran serat kenaf yang ada adalah monopoli supply serat kenaf dari suatu

PTPN 8 AKAN MEMPERBANYAK BISNIS DILUAR TEH, KARET, SAWIT

PTPN 8 dengan komoditas utama teh, karet dan sawit yang kondisi harganya tidak terlalu menguntungkan, saat ini yang dilakukan direksi adalah penyelamatan perusahaan. Wahyu, Direktur Utama PTPN 8 menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. “Caranya dengan mengembangkan komoditi yang cepat menghasilkan yaitu tanaman semusim baik pangan maupun hortikultura . Program kami adalah menggunakan lahan eks karet

Tujuh Komoditas Menjadi Prioritas 2019

BOGOR, Perkebunannews.com – Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), pada 2019 memprioritaskan pengembangan perkebunan pada tujuh kemoditas seluas 88.681 hektar (Ha). Ketujuh komoditas itu meliputi pala (27.201 Ha), lada (7.020 Ha), kakao (8.000 Ha), kopi (12.000 Ha), kelapa (14.000 Ha), karet ( 6.010 Ha) dan tebu (14.450 Ha). Meski alokasi anggaran sub sektor perkebunan 2019

Kementan Mengguyur Bandung Dengan 1 Juta Bibit Kopi

Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengguyur Bandung dengan 3 juta bibit kopi kepada petani swadaya. Hal itu dilekukan sesuai dengan amanat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk terus mengangkat ekonomi petani. Jadi kesejahteraan petani merupakan cita-cita Presiden yang harus dibuktikan. Maka dari itu, Kementan sejak beberapa tahu lalu sudah memotong biaya

PENANAMAN JAGUNG DIBAWAH TANAMAN PERKEBUNAN DIDORONG

Program pertama ketika Gatot Irianto menjadi Dirjen Tanaman Pangan adalah memperluas lahan. “Saya tidak mau membantu petani yang sudah biasa menanam jagung. Supaya langsung kelihatan hasilnya, kita tidak buka lahan baru tetapi manfaatkan lahan yang ada. Maka kita garap petani perkebunan dengan menanam jagung di bawah kelapa sawit, kelapa dan lain-lain. Kita beri bantuan benih,