Tag: p-news

SALAH BENIH MENYESAL KEMUDIAN

Penggunaan benih unggul yang benar terutama di perkebunan sangat penting. “Kalau salah menggunakan benih maka setelah 6-7 tahun baru menyesal karena tidak berbuah.Kelapa sawit setelah 4 tahun baru menyesal,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman pada pengukuhan DPP Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia. Karena itu tahun depan merupakan tahun perbenihan yang salah satu tujuannya untuk mengembalikan

MPPI: Tidak Ada Benih Berarti Tidak Ada Pangan

Benih dibutuhkan tapi tidak diprioritaskan yang terdengar hanya benih jagung dan padi. Padahaal kita juga membutuhkan benih kelapa dalam, tebu dan lainnya yang berpotensi untuk mendukung kedaulatan pangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron, di Jakarta. Lebih lanjut, Herman menyayangkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali plasma nutfah yang

WPLACE 2017: Ajang Pertemuan Perkebunan Indonesia

Memang hasil perkebunan di Indonesia rata-rata masuk lima besar di dunia, tapi jika semuanya digabungkan maka akan menjadi yang terbesar di dunia. atas dasar itulah PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menyelenggarakan World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017. Contohnya, karet dan lada yang saat ini sebagai peringkat nomor dua, kakao dan kopi peringkat nomor tiga,

Pasar Organik Lebih Menarik

Ambon – Benar, bahwa saat ini permintaan akan komoditas perkebunan terus meningkat baik untuk dalam ataupun luar negeri. Bahkan pasar akan permintaan komoditas perkebunan sudah mengarah kepada perkebunan organik. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Dudi Gunadi selepas penandatangan kerjasama petani pala dengan eksportir hasil perkebunan, di Ambon. Tidak hanya

Komoditas Perkebunan Sekelas Pesawat Tempur Sukhoi

Komoditas perkebunan ternyata nilainya sekelas pesawat tempur Sukhoi dari Rusia. Buktinya, Rusia bakal menukar pesawat tempur canggih itu dengan beberapa produk perkebunan. Hal ini bakal terealisasi dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara BUMN Rusia, Rostec dengan BUMN Indonesia melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. Barter atau imbal dagang ini pun tidak tanggung-tanggung. Komoditi perkebunan seperti

Ayo! Ada Pesta Kopi Seharian di Danau Toba

Jangan mengaku pencinta kopi jika tidak menghadiri pesta kopi yang satu ini. Bahkan Anda tidak akan rugi menghadiri pesta kopi seharian ini karena berlangsung di Danau Toba yang memiliki panorama tiada tara. Apalagi kopi yang disajikan original dari tanah Tapanuli, sebuah daerah yang terkenal menghasilkan banyak varian jenis kopi spesialty, seperti Kopi Mandailing, Lintong Nihuta,

Pupuk, Kunci Mengatasi Swasembada

Pupuk adalah faktor sangat penting dalam menunjang swasembada pangan, baik tebu, padi, ataupun lainnya. Ini karena peran pupuk bisa mencapai 20% dari total nilai keberhasilan usaha tani. Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir, berpendapat bahwa penyediaan pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia memberi andil besar dalam mensukseskan program swasembada pangan nasional. “Proporsi

INDEF: Mentan Jangan Memaksakan Petani

Memaksakan petani untuk menanam padi, jagung, dan kedelai (pajale), itu sama saja sok tahu. Sok tahunya yaitu mengganggap demografi dan geografis di Indonesia itu semua sama. Hal tersebut diungkapkan oleh Enny Sri Hartati, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) kepada perkebunannews disela-sela konfrensi pers. Padahal, lanjut Enny, setiap daerah dan tempat mempunyai

PTPN III Fokuskan Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi

Perusahaan induk atau holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara lll (PTPN) tahun ini terus fokus dalam meningkatkan produktvitas dan efisiensi. Hal ini supaya tercapai harga produksi yang efisien dan konsisten. Jika terjadi penurunan harga komoditi tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Menurut Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN lll Dasuki Amsir, holding Perkebunan perlu

APPI: Pemerintah Perhatikanlah Penangkar Perkebunan

Sangat disayangkan bila pemerintah kurang memerhatikan penangkar perkebunan, padahal penangkar salah satu komponen dalam sub sektor perkebunan yang tidak dapat diindahkan terkait ketersediaan bahan tanam unggul. Melihat hal tersebut maka dibentuklah Asosiasi Penangkar Perkebunan Indonesia (APPI). Sebab harus diakui bahwa saat ini pemerintah kurang memperhatikan para penangkar perkebunan. Disisi lain, penangkar adalah pihak yang paling

Pemerintah Menyediakan Benih Perkebunan Secara Swakelola

Merespon berbagai program pengembangan yang akhirnya tidak berjalan dengan baik karena aspek perbenihan dan banyaknya masalah terkait mutu benih di kegiatan sebelumnya maka Ditjebun melakukan sebuah perubahan kebijakan perbenihan. Dimana kegiatan perluasan dan peremajaan pada setiap daerah harus didasarkan pada ketersediaan benih. Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perkebunan. Ir Bambang, MM dalam arahnya pada Rapat Koordinasi

TAHUN 2018, KEMENTAN ALOKASIKASI Rp2,1 TRILIUN UNTUK PERBENIHAN PERKEBUNAN

Tahun 2018 ditetapkan sebagai tahun perbenihan oleh Menteri Pertanian. Anggaran sebesar Rp2,1 triliun akan digelontorkan untuk aktivitas perbenihan ini. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyatakan hal ini pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional tahun 2017. “Tahun-tahun lalu kita fokus pada tanaman pangan yaitu padi dan jagung. Kita melakukan bagi-bagi benih dan ternyata sekarang kita tidak impor.