Tag: kakao

IPS Usulkan Bentuk Kementerian Khusus

Jakarta, Perkebunannews.com – Ketua Umum Indonesian Planters Society (IPS), Zulham S Koto mengungkapkan, salah satu kendala atau penghambat majunya industri pertanian dan perkebunan di tanah air adalah adanya kepentingan antar instansi terkait. Kepentingan-kepentingan inilah yang terkadang justru membuat koordinasi tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, agar Industri Agro dapat berkembang dengan baik, tentunya harus dilakukan

Harga Kakao September 2018 Turun Lagi

Jakarta, Perkebunannews.com – Harga biji kakao mengalami penurunan tipis pada penjualan di beberapa sentra utama penghasil kakao di Indonesia. Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, misalnya, biji kakao un-fermented di tingkat petani terjual Rp 24.000/Kg. Pada Agustus lalu penjualannya tercatat Rp 25.750/Kg. Penjualan biji kakao un-fermented yang naik hanya di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, tercatat

BALITBANGTAN DISTRIBUSIKAN 10 JUTA BENIH PERKEBUNAN

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian membagikan 10 juta benih unggul perkebunan kepada masyarakat petani untuk mendorong kejayaan rempah-rempah Indonesia. Kepala Balitbangtan, Muhamad Syakir secara simbolis membagikan benih unggul ini kepada Bupati Bandung, Serang, Wakil Walikota Pagar Alam dan daerah lainnya di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi dalam acara “Inovasi Teknologi Perbenihan Mendukung

Harga Kakao Agustus 2018

Kakao Un-Fermented Pidie, NAD : 25.500 Asahan, Sumut : 24.800 Limapuluh Kota, Sumbar : 24.940 Lampung Timur, Lampung : 23.650 Kuningan, Jabar : 26.000 Wonogiri, Jateng : 24.150 Malang, Jatim : 26.900 Jembrana, Bali : 31.560 Ende, NTT : 27.650 Sigi, Sulteng : 28.150 Bulukumba, Sulsel : 25.750 Mamuju, Sulbar : 27.250 Kakao Fermented: Aceh

Harga Kakao Juli 2018

Harga Kakao di beberapa sentra daerah Periode Juli 2018 Kakao Un-Fermented Pidie, NAD : 26.560 Asahan, Sumut : 27.875 Limapuluh Kota, Sumbar : 25.840 Lampung Timur, Lampung : 26.250 Tasikmalaya, Jabar : 27.000 Wonogiri, Jateng : 24.900 Malang, Jatim : 24.980 Jembrana, Bali : 31.025 Lombok Timur, NTB : 24.500 Ende, NTT : 30.000 Bulukumba,

Harga Kakao Juni 2018

Kakao Un-Fermented Pidie, NAD : 28.500 Asahan, Sumut : 26.450 Limapuluh Kota, Sumbar : 24.300 Lampung Timur, Lampung : 27.500 Tasikmalaya, Jabar : 27.000 Wonogiri, Jateng : 25.100 Malang, Jatim : 26.500 Jembrana, Bali : 29.000 Lombok Timur, NTB : 25.000 Ende, NTT : 28.000 Bulukumba, Sulsel : 35.950 Mamuju, Sulbar : 31.000 Kakao Fermented:

Harga Kakao Mei 2018

Kakao Un-Fermented Pidie, NAD : 29.000 Asahan, Sumut : 32.875 Limapuluh Kota, Sumbar : 32.000 Lampung Timur, Lampung : 27.000 Tasikmalaya, Jabar : 32.000 Malang, Jatim : 23.675 Jembrana, Bali : 27.000 Lombok Timur, NTB : 24.875 Ende, NTT : 30.750 Bulukumba, Sulsel : 32.100 Kolaka Utara, Sultra : 31.680 Mamuju, Sulbar : 36.200 Kakao

PEMDA DIMINTA SIAPKAN BENIH KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN

Pemda diminta fokus pada komoditi perkebunan di daerah masing-masing. Komoditi itu didorong dan dikembangkan menjadi unggulan. Contohnya Sulawesi Tengah fokus pada kakao, kelapa dan cengkeh. Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan hal ini disela-sela mendampingi kunjungan Komisi IV DPR-RI ke Sulawesi Tengah. “Kita siap dukung daerah yang ingin fokus pada perkebunan, tetapi daerah juga harus menerima program

Harga Kakao Februari 2018

Kakao Un-Fermented Aceh Tamiang, NAD : 23.800 Tanah Datar, Sumbar : 22.700 Lampung Timur, Lampung : 25.250 Sukabumi, Jabar : 19.100 Kulon Progo, DIY : 17.000 Trenggalek, Jatim : 20.150 Lombok Timur, NTB : 23.500 Bulukumba, Sulsel : 21.500 Kolaka, Sultra : 19.700 Kakao Fermented: Aceh Utara, NAD : 22.000 Lima Puluh Kota, Sumbar :

Penangkar Benih Siap Mengamankan Benih Perkebunan

Yogyakarta – Tahun 2018 adalah tahun perbenihan, dimana setiap komoditas termasuk komoditas perkebunan membutuhkan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas. Atas dasar itulah Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI) siap mengamankannya. “Kami para pengakar benih perkebunan siap mengamankan benih perkebunan dalam mendukung program perbenihan ditahun 2018,” janji Ketua PPBTPI, Badaruddin Buang Sabang dalam rangkaian diskusi

Perdagangan Tidak Mengenal Pertemanan

Yogyakarta – Memang setiap negara mempunyai hubungan dengan negara lainnya, tapi jika sudah menyangkut tentang perdagangan maka tidak ada lagi yang namanya pertemanan. Hal itulah yang dibahas dalam Hari Perkebunan ke 60 di Instiper Yogyakarta. Sebab harus diakui tidak sedikit hasil perkebunan asal Indonesia yang dihambat masuk ke negaranya meskipun pada dasarnya Negara tersebut membutuhkannya.

Perkebunan Sumber Kemakmuran dan Perekat

Yogyakarta – Perkebunan sudah membuktikan diri sebagai penyumbang PDB Nasional terbesar tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 429 triliun. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, teh, rempah-rempah dan lainnya. Bahkan tingginya pendapatan yang dihasilkan dari komoditas perkebunan telah melebihi sektor migas yang nilainya hanya Rp 365 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh