KAKAO

183.910 HA Buat Pengembangan Kakao Berkelanjutan Tahun 2016

Produksi dari program Gerakan Nasional (Gernas) kakao belum menunjukkan peningkatan yang significant karena areal kebun kakao yang tersentuh gernas baru mencapai sekitar 27,9% terhadap areal kakao rakyat atau 26,6% terhadap areal kakao nasional. Amran Sulaiman Menteri Pertanian mengakui bahwa produktivitas kebun non gernas cenderung menurun karena sebagian tanaman tua dan rusak, terserang hama penyakit dan

Tiada Daya Saing Tanpa Inovasi

Ditengah-tengah melemahnya nilai mata uang Rupiah terhadap US Dolar, tidak semua sektor yang mendapatkan dampak negatif. Satu diantaranya pada sektor komoditas perkebunan atau lebih tepatnya pada kakao. Terbukti, saat ini petani kakao merasa happy (senang) karena dari hal tersebut saat ini harga biji kakao rata-rata telah menembus angka diatas Rp 38.000 – 45.000/kg. Namun, komoditas

Pupuk Palsu, Perlu Ada Pembuktian

Dikabarkan bahwa bantuan pupuk untuk petani kakao terdapat pupuk palsu seperti di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, hal ini membuat Kapolres Luwu angkat bicara. Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan mengatakan jika LSM ingin mengatakan bahwa terdapat pupuk palsu harus ada pembuktiannya terlebih dahulu. Sebab palsu atau tidaknya suatu barang perlu ada pengujian. Bahkan LSM tidak