COMODITIES

Lombok Siap Menjadi Daerah Benih Tembakau

Lombok – Tidak ada yang tidak mungkin jika mau berusaha termasuk meningkatkan produksi tembakau di Nusa Tenggara Barat (NTB), sebab saat ini sudah ada PT Benih Mas Indonesia mampu menghasilkan benih tembakau virginia sejak tahun 2014. Artinya melalu perusahaan tersebut maka petani atau perusahaan rokok sudah tidak lagi bergantung impor biji tembakau khususnya dari Brazil.

Pengelolaan Tanaman Rempah Belum Optimal

Meskipun tanaman rempah sebagai salah satu komoditas utama perdagangan nasional tapi baru dimanfaatkan 4 persen jenis tanaman rempah dari 7000-an jenis rempah. “Atas dasar itulah maka dibentuk relawan rempah yang terdiri dari latar belakang seperti pelaku bisnis, petani, aktivis, peneliti, pengajar atau dosen dan lainnya yang memang mendukung keberlanjutan rempah,” kata Ketua Dewan Rempah Indonesia,

Kementan Membenarkan Neraca Perdagangan Ditopang Perkebunan

Harus diakui, bahwa ekspor hasil perkebunan turut andil yang cukup besar dalam mendongkrak neraca perdagangan, hal tersebut terlihat dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor komoditas pertanian bulan Januari hingga Agustus 2017 mencapai USD 22,18 miliar, sedangkan nilai impor hanya USD 11,20 miliar, sehingga surplus USD 10,98 miliar.

Jokowi Menghimbau Waktunya Mengarah Agribisnis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritisi cara peningkatan kesejahteraan petani atau nilai tukar petani yang dalam beberapa tahun terakhir selalu berkutat pada on farm-nya, selalu berkutat pada sektor budidaya, dan cenderung melupakan proses bisnisnya. Padahal, nilai tambah yang tinggi, nilai tambah yang besar itu berada pada proses agrobisnisnya. “Inilah paradigma yang harus kita ubah. Jangan sampai

SALAH BENIH MENYESAL KEMUDIAN

Penggunaan benih unggul yang benar terutama di perkebunan sangat penting. “Kalau salah menggunakan benih maka setelah 6-7 tahun baru menyesal karena tidak berbuah.Kelapa sawit setelah 4 tahun baru menyesal,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman pada pengukuhan DPP Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia. Karena itu tahun depan merupakan tahun perbenihan yang salah satu tujuannya untuk mengembalikan

MPPI: Tidak Ada Benih Berarti Tidak Ada Pangan

Benih dibutuhkan tapi tidak diprioritaskan yang terdengar hanya benih jagung dan padi. Padahaal kita juga membutuhkan benih kelapa dalam, tebu dan lainnya yang berpotensi untuk mendukung kedaulatan pangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron, di Jakarta. Lebih lanjut, Herman menyayangkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali plasma nutfah yang

WPLACE 2017: Ajang Pertemuan Perkebunan Indonesia

Memang hasil perkebunan di Indonesia rata-rata masuk lima besar di dunia, tapi jika semuanya digabungkan maka akan menjadi yang terbesar di dunia. atas dasar itulah PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menyelenggarakan World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017. Contohnya, karet dan lada yang saat ini sebagai peringkat nomor dua, kakao dan kopi peringkat nomor tiga,

Pasar Organik Lebih Menarik

Ambon – Benar, bahwa saat ini permintaan akan komoditas perkebunan terus meningkat baik untuk dalam ataupun luar negeri. Bahkan pasar akan permintaan komoditas perkebunan sudah mengarah kepada perkebunan organik. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Dudi Gunadi selepas penandatangan kerjasama petani pala dengan eksportir hasil perkebunan, di Ambon. Tidak hanya

Pupuk, Kunci Mengatasi Swasembada

Pupuk adalah faktor sangat penting dalam menunjang swasembada pangan, baik tebu, padi, ataupun lainnya. Ini karena peran pupuk bisa mencapai 20% dari total nilai keberhasilan usaha tani. Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir, berpendapat bahwa penyediaan pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia memberi andil besar dalam mensukseskan program swasembada pangan nasional. “Proporsi

INDONESIA HARUS JADI PEMIMPIN DUNIA BAHAN BAKAR NABATI

Sebagai produsen terbesar dan salah satu eksportir terbesar minyak sawit dunia, Indonesia harus bisa memanfaatkan surplus produksi minyak sawit dan tandan kosong untuk menjadi pemimpin dunia dalam produksi dan pemanfaatan bahan bakar nabati biohidrokarbon (green biodiesel, bensin nabati dan bioavtur) maupun bahan bakar nabati oksigenat (biodiesel dan bioetanol). Tatang H Soeriawidjaja, Ketua Umum Ikatan Ahli

APPI: Pemerintah Perhatikanlah Penangkar Perkebunan

Sangat disayangkan bila pemerintah kurang memerhatikan penangkar perkebunan, padahal penangkar salah satu komponen dalam sub sektor perkebunan yang tidak dapat diindahkan terkait ketersediaan bahan tanam unggul. Melihat hal tersebut maka dibentuklah Asosiasi Penangkar Perkebunan Indonesia (APPI). Sebab harus diakui bahwa saat ini pemerintah kurang memperhatikan para penangkar perkebunan. Disisi lain, penangkar adalah pihak yang paling

Pemerintah Menyediakan Benih Perkebunan Secara Swakelola

Merespon berbagai program pengembangan yang akhirnya tidak berjalan dengan baik karena aspek perbenihan dan banyaknya masalah terkait mutu benih di kegiatan sebelumnya maka Ditjebun melakukan sebuah perubahan kebijakan perbenihan. Dimana kegiatan perluasan dan peremajaan pada setiap daerah harus didasarkan pada ketersediaan benih. Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perkebunan. Ir Bambang, MM dalam arahnya pada Rapat Koordinasi