Berita Terbaru

Ditengah Pandemi, Kemendag Mendongkrak Ekspor Rempah

Jakarta, mediaperkebunan.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendongkrak (meningkatkan) ekspor komoditas rempah Indonesia di tengah pandemi Covid-19. “Mesir merupakan pasar yang menjanjikan bagi produk rempah Indonesia karena kebutuhan masyarakatnya akan rempah, seperti pala dan cengkeh sangat tinggi. Indonesia menempati posisi nomor satu sebagai negara eksportir cengkeh ke Mesir,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan.

MEI 2020, PRODUKSI, KOMSUMSI DALAM NEGERI DAN EKSPOR SAWIT TURUN DIBANDING APRIL

Produksi minyak sawit Mei 2020 3,616 juta ton atau turun 1,9% dibanding April. Penyebabnya diduga efek kemarau panjang tahun 2019 dan pengaruh musiman. Produksi CPO dan PKO Januari-Mei 2020 19,001 juta ton atau turun 14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia menyatakan hal ini. Konsumsi dalam

JUNI, EKSPOR KARET SUMUT MEMBAIK

Mei 2020 merupakan puncak penurunan ekspor karet Sumut pada masa pandemi Covid-19. Juni 2020 ekpor karet Sumut melonjak 87% dari 14.975 ton menjadi 28.012 ton. Pendorong utama kenaikan ini adalah permintaan China. Edy Irwansyah, Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut menyatakan hal ini Minggu, 12 Juli 2020. “Dengan tingginya permintaan China maka negara ini sekarang menempati posisi

SURVIVING COVID-19, GO COCONUT

Epidemi virus di dunia ini semakin bertambah seiring dengan waktu. Tahun 1900-1950 (50 tahun) hanya ada 1 epidemi. Periode 50 tahun kemudian (1950-2000) ada 8 epidemi. Periode 19 tahun kemudian (2000-2019) ada 7 epidemi, tahun 2020 ini ada pandemi Covid-19. Fabian M Dayrit, Profesor dari Ateneo de Manila University, anggota Akademi Nasional IPTEK Filipina, Ketua

PERMINTAAN EKSPOR BRIKET ARANG KELAPA NORMAL, BAHAN BAKU KURANG

Jakarta, Media Perkebunan.id Setelah turun pada masa pandemi Covid-19 kemarin, permintaan ekspor arang briket kelapa untuk sisha saat ini sudah normal seperti sebelum pandemi. Masalah yang dihadapi adalah kekurangan bahan baku. Yogi Abimanyu, Ketua Umum Perpaki (Perkumpulan Pengusaha Arang Kelapa Indonesia) menyatakan hal ini pada MediaPerkebunan.id. Penyebab kurangnya bahan baku adalah kekeringan tahun lalu menyebabkan

PEMERINTAH HARUS JADI DIRIGEN KOMUNIKASI SAWIT, PEMANGKU KEPENTINGAN PERLU BERSINERGI

Jakarta, Media Perkebunan.id Lebih dari satu dekade sektor sawit telah menjadi tumpuan ekonomi nasional. Namun kampanye hitam terhadap komoditas sawit tidak pernah berhenti. Melawan itu, para pemangku kepentingan dalam mata rantai industri sawit perlu lebih sinergis dalam merumuskan strategi komunikasi yang efektif. “Pemerintah harus menjadi dirigen dalam perumusan strategi dan pelaksanaan program komunikasi melawan berbagai

Kemitraan Itu Bagaikan Pernikahan

Jakarta, mediaperkebunan.id – Benar, bahwa untuk mendorong sektor agribisnis maka diperlukan kemitraan antara industri dalam hal ini perusahaan sebagai pengolah hasil panen petani dengan petani sebagai pemasok bahan baku industri. “Jadi membangun kemitraan itu seperti orang menikah. Diperlukan kepercayaan, tanggung jawab antar pasangannya, dalam hal ini industri dengan petani,” jelas Hendratmojo Bagus Hudoro, Direktur Tanaman

Petani Tembakau Perlu Dukungan

Jakarta, mediaperkebunan.id – Saat ini petani tembakau membutuhkan dukungan Pemerintah terhadap program kemitraan tembakau. Meskipun harus diakui sudah ada program kemitraan budidaya tembakau yang dijalankan secara mandiri oleh beberapa perusahaan, tapi belum semua perusahaan melakukan kemitraan dengan petani tembakau. Bahkan metode kemitraan itu sendiri bervariasi dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Diantaranya ada beberapa perusahaan

Ditengah Pandemi, Jangan Lupakan Petani Tembakau

Jakarta, mediaperkebunan.id – Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tembakau masih menjadi tumpuan harapan dan impian para petani yang sedang memasuki musim panen. Petani dalam proses tanam, berjuang untuk mendapatkan tembakau dengan kualitas terbaik. Kini, memasuki masa panen, petani berharap kepada para stakeholder mulai dari pemerintah hingga pabrikan, dapat ikut membantu dan memfasilitasi terwujudnya perniagaan

TANAM WIJEN BIAR TIDAK IMPOR

Indonesia setiap tahun mengimpor wijen (Sesamum indicum L) sekitar 3000 ton. Produksi wijen nasional sendiri 1.475 ton wijen dengan luas lahan 3.200 ha. Produktivitas wijen petani rata-rata 465 kg/ha. Hadi Sudarmo, peneliti Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Balitbangtan menyatakan hal ini. Padahal Balitbangtan sudah menyiapkan paket teknologi budidaya wijen

RELAKSASI PEMBAYARAN IURAN BPJS KETENAGAKERJAAN DISIAPKAN

Relaksasi iuran BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) tinggal selangkah lagi. Saat ini PP sudah hampir dikeluarkan. Reklasasi ini wujud bantuan pemerintah pada perusahaan yang terdampak Covid-19. Zainudin dari BP Jamsostek menyatakan hal ini pada webinar Nasib Sdm Di Perkebunan Sawit Era New Normal yang dilaksanakan Media Perkebunan. Reklasasi tidak dilakukan Indonesia saja, tetapi oleh 105 negara

BUNGARAN : JANGAN PESIMIS, INDONESIA BISA JADI PRODUSEN KAKAO TERBESAR

Kakao dimata Bungaran Saragih, Menteri Pertanian periode 2000-2004, Guru Besar Agribisnis IPB, sampai saat ini berputar-putar di situ saja, tanpa ada kemajuan yang berarti. Sudah hampir jadi produsen nomor satu dunia sekarang malah mundur. “Ada paradigma yang salah dari semua pelaku bisnis kakao,” katanya dalam webinar Penyelamatan Industri Kakao dan Cokelat Indonesia yang diselenggarakan Media