Berita Terbaru

UPAYA KEMENTAN TINGKATKAN PRODUKSI GULA

Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas gula, Kementerian Pertanian melakukan berbagai upaya. Di antaranya peremajaan kebun dengan bongkar ratoon, penelitian oleh Balitbangtan yang menghasilkan varietas baru dengan produktivitas tebu 140 ton/ha, revitalisasi Pabrik Gula (PG) lama dan membuka kebun dan PG baru di luar Jawa. Kuntoro Boga Andri,Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian menyatakan hal ini. “Melalui

Tahun 2065 Perkebunan Teh Hanya Tinggal Sejarah

JAKARTA, Perkebunannew.com – Jika tidak ada upaya yang significant untuk membendung penurunan areal perkebunan teh di Indonesia, diperkirakan perkebunan teh di Indonesia pada tahun 2065 hanya tinggal sejarah. Akibatnya, kerusakan lingkungan di areal high grown tea seperti banjir, dan longsor akan semakin parah. Demikian dikatakan pakar teh dari PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Rohayati Suprihatini.

PENGEMBANGAN INDUSTRI OLAHAN KELAPA MAMPU TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Pengembangan industri olahan kelapa mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara gradual. Wisnu Gardjito, pendiri komunitas The Green Coco Island (TGCI) menyatakan hal ini dalam perbincangan dengan Perkebunannews.com di markas TGCI di Depok, Jabar. TGCI merupakan komunitas penghasil produk olahan kelapa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia seperti TGCI NTB, Halmahera, Raja Ampat, Riau, Sumatera Barat, Kalsel

Tujuh Komoditas Menjadi Prioritas 2019

BOGOR, Perkebunannews.com – Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), pada 2019 memprioritaskan pengembangan perkebunan pada tujuh kemoditas seluas 88.681 hektar (Ha). Ketujuh komoditas itu meliputi pala (27.201 Ha), lada (7.020 Ha), kakao (8.000 Ha), kopi (12.000 Ha), kelapa (14.000 Ha), karet ( 6.010 Ha) dan tebu (14.450 Ha). Meski alokasi anggaran sub sektor perkebunan 2019

Kementan Mengguyur Bandung Dengan 1 Juta Bibit Kopi

Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengguyur Bandung dengan 3 juta bibit kopi kepada petani swadaya. Hal itu dilekukan sesuai dengan amanat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk terus mengangkat ekonomi petani. Jadi kesejahteraan petani merupakan cita-cita Presiden yang harus dibuktikan. Maka dari itu, Kementan sejak beberapa tahu lalu sudah memotong biaya

APTRI MINTA SK MENPERINDAG 527/2004 DIBERLAKUKAN KEMBALI

Tiga tahun terakhir petani tebu merasakan tidak ada keberpihakan pemerintah. Akibatya petani enggan menanam tebu, banyak yang beralih pada tanaman lain, PG kekurangan bahan baku dan tutup, produksi gula turun. Abdul Wachid, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. “PTPN 11 PG nya berkurang dari 17 tinggal 14. PTPN 10

PENANAMAN JAGUNG DIBAWAH TANAMAN PERKEBUNAN DIDORONG

Program pertama ketika Gatot Irianto menjadi Dirjen Tanaman Pangan adalah memperluas lahan. “Saya tidak mau membantu petani yang sudah biasa menanam jagung. Supaya langsung kelihatan hasilnya, kita tidak buka lahan baru tetapi manfaatkan lahan yang ada. Maka kita garap petani perkebunan dengan menanam jagung di bawah kelapa sawit, kelapa dan lain-lain. Kita beri bantuan benih,

GROYIELD, HARAPAN BARU PETANI KARET

Harga karet rendah sudah berlangsung lebih dari lima tahun dan belum ada tanda-tanda harga akan membaik. Dalam kondisi seperti ini maka salah satu cara yang bisa dilakukan supaya petani tetap mendapat laba adalah dengan menekan biaya produksi. Salah satu upaya menekan biaya produksi adalah dengan low frekuensi tapping (penjarangan hari sadap). Bagi yang biasa menyadap

Minyak Sawit Berkontribusi Besar untuk Bio Energi

JAKARTA, Perkebunannews.com – Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono mengatakan, keberadaan minyak sawit terus memberikan kontribusi besar bagi negara dan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan industri turunan minyak sawit sebagai bioenergi, yang juga menguntungkan secara lingkungan. “Minyak sawit harus terus dikembangkan, supaya memberikan banyak keuntungan bagi pendapatan negara, sosial masyarakat dan lingkungan yang lebih baik,” ujar

Kopi Solok Telah “Naik Kelas”

Solok – Sudah menjadi rahasia umum Kabupaten Solok merupakan salah satu “surga” kopi di Indonesia, bahkan kini pemasarannya telah naik kelas atau tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Atas dasar itulah pemerintah melalui Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian terus mendorng sentra-sentra produksi kopi salahsatunya di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. “Jadi kita

FORUM DEWAN KOMODITAS PERKEBUNAN MENUNGGU REALISASI PENURUNAN PPN

Putusan MA No. 70P/2013 tanggal 25 Februari 2014 yang ditindak lanjuti dengan Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-24/PJ/2014 tanggal 25 Juli 2014 telah menyebabkan penyerahan barang hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan dikenakan PPN 10%. Hingga hari ini keputusan tersebut telah berjalan lebih dari empat tahun. Menurt Azis Pane, Ketua Umum Forum Dewan Komoditas Perkebunan pungutan

SEMINAR TEKNIS KELAPA SAWIT

SEMINAR TEKNIS KELAPA SAWIT (STKS) Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit, Prinsip Ketenagakerjaan di Perkebunan Kelapa Sawit, ”Sharing Socfindo’s Experience on Oil Palm Productivity (SSEOPP)” & Field Trip Waktu Pelaksanaan Rabu & Kamis, 13 & 14 Februari 2019 Lokasi Hotel Aryaduta – Palembang Jl. POM IX Palembang Square – Palembang Unduh AGENDA | FORMULIR