Berita Terbaru

Pupuk, Kunci Mengatasi Swasembada

Pupuk adalah faktor sangat penting dalam menunjang swasembada pangan, baik tebu, padi, ataupun lainnya. Ini karena peran pupuk bisa mencapai 20% dari total nilai keberhasilan usaha tani. Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir, berpendapat bahwa penyediaan pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia memberi andil besar dalam mensukseskan program swasembada pangan nasional. “Proporsi

Harga Pembelian TBS Provinsi Jambi 27 Juli 2017

1. Harga rata – rata “CPO” Rp 7.155.87 2. Harga rata – rata Inti Sawit Rp 5.151,42 3. Indeks ” K ” 89,25 % 4. Harga TBS menurut umur tanaman periode tanggal 28 Juli s.d 03 Agustus 2017 – Umur 03 Tahun Rp 1.282,81 – Umur 04 Tahun Rp 1.367,16 – Umur 05 Tahun Rp

Masyarkat Adat Merauke dan Boven Digul Minta LSM Tidak Menghasut

Bupati Merauke dan Bovel Digul serta para pemangku kepentingan meminta agar lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing menghentikan kampanye negatif. LSM asing juga diminta tidak menghasut warga dalam usaha perkebunan sawit. Para pemangku kepentingan industri sawit Merauke dan Boven Digoel menyatukan sikapnya dalam pertemuan di Jakarta, Senin (24/7). Pertemuan tersebut membahas tantangan dan hambatan industri perkebunan

Asian Agri Mendukung Energi Hijau Terbarukan

Jambi – Asian Agri sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia meraih Penghargaan Lingkungan Hidup. Penghargaan Lingkungan Hidup ini untuk salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) milik Asian Agri yakni PLTBg PT. Dasa Anugrah Sejati (DAS) Kebun Taman Raja di Desa Lubuk Bernai Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi

KEIN INGIN INDUSTRIALISASI SAWIT BERNILAI EKONOMI TINGGI

KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional) minta supaya industrialisasi kelapa sawit dilakukan pada produk-produk bernilai ekonomi tinggi. “Saat ini industrialisasi kelapa sawit kita masih berkutat pada produk dengan nilai tambah tidak terlalu tinggi seperti minyak goreng dan biodiesel. Padahal dari pohon industri kelapa sawit ada yang bernilai tambah sangat tinggi yaitu vitamin A dan E,”

PP 57/2016 Menghantui Petani

Riau – Peraturan Pemerintah (PP) nomor 57 tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut sangat dipertanyakan, bahkan PP tersebut telah menghantui negeri ini dan menyiksa para penghuninya. Hal tersebut diungkapkan oleh Akademisi Fakultas Pertanian, Unversitas Riau (UNRI), M. Mardhiansyah, S.Hut., M.Sc kepada perkebunannews.com. Lebih lanjut,

Agustus Komisi ISPO Kembali Memberikan Sertifikasi

Kepedulian pelaku perkebunan kelapa sawit akan pentingnya menerapkan sustainable semakin besar, hal ini terlihat dengan terus bertambahnya sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). “Jadi bulan Agustus 2017 ini kemungkinan aka nada penyerahan sertifikat ISPO. Ini menjadi bukti komitmen bagi pelaku perkebunan kelapa sawit untuk menerapkan sustainable,” jelas Kepala Sekretariat Komisi ISPO Aziz Hidayat, kepada perkebunannews.com.

Asing Butuh CPO Tapi Malu

Banyaknya produk turunan serta efisiensi dari minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), maka pada dasarnya negara asing membutuhkannya tapi pura-pura tidak membutuhkannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Institut Penelitian Inovasi Bumi (INOBU). Dalam diskusi tersebut turut hadir Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim Riza

GAR Jalin Kesepakatan di 10 Desa Kalimatan

Hingga akhir 2016, Golden Agri-Resources (GAR) mengklaim berhasil menjalin kesepakatan dengan 10 desa di Kalimantan untuk melindungi lebih dari 7.000 hektar hutan Ber-Stok Karbon Tinggi (SKT). Saat ini perusahaan tengah menerapkan pendekatan yang sama di wilayah perkebunannya. “Setelah berhasil mengidentifikasi luasan area konservasi di area konsesi kami yang setara dengan luas Singapura, kini kami bekerja

PENINGKATAN PRODUKSI KELAPA SAWIT BUKTI PERAN NYATA INOVASI

Kelapa sawit telah menjadi komoditi andalan dan strategis Indonesia, namun berbagai permasalahan teknis dan klasik masih selalu dijumpai. Diantaranya adalah penggunaan bibit ilegitim, peremajaan, pemupukan, efektivitas panen, serta permasalahan hama dan penyakit yang belum terselesaikan secara efektif. Hasril Hasan Siregar, Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit menyatakan hal ini pada Pertemuan Teknis Kelapa Sawit di Solo.

Produksi Stagnan, Stok Minyak Sawit Indonesia Menipis

Jelang bulan Ramadhan biasanya permintaan minyak sawit meningkat karena konsumsi minyak sawit bertambah pada selama bulan Ramadhan dan pada hari Raya Idul Fitri. Tapi berbeda dengan bulan Ramdhan tahun 2017 ini Menurut Fadhil Hasan, Direktur Ekesekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bahwa Ramadhan tahun 2017 ini berbeda dengan Ramadhan tahun sebelumnya. Hal ini karena

INDEF: Mentan Jangan Memaksakan Petani

Memaksakan petani untuk menanam padi, jagung, dan kedelai (pajale), itu sama saja sok tahu. Sok tahunya yaitu mengganggap demografi dan geografis di Indonesia itu semua sama. Hal tersebut diungkapkan oleh Enny Sri Hartati, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) kepada perkebunannews disela-sela konfrensi pers. Padahal, lanjut Enny, setiap daerah dan tempat mempunyai