2nd T-POMI
2024, 13 April
Share berita:

Surabaya, Mediaperkebunan.id – OPT pada perkebunan tebu muncul karena kondisi tanah. Kadar C organik yang rendah disertai tingginya Nitrogen menyebabkan serangan OPT tebu. Pergeseran lain dari lahan sawah ke marginal , pengembalian bahan organik serta pembakaran lahan. Pembakaran lahan menyebabkan hama bergerak. Heri Prabowo dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Pemanis dan Serat Malang, BSIP Kementan menyatakan hal ini.

Faktor-faktor pemicu OPT adalah pemupukan nitrogen berlebih, penyemprotan herbisida dan insektisida, pembakaran lahan serta tidak optimalnya pemanfaatan biomassa, biodiversitas agroekosistem rendah, pemanfaatan mikrobia yang bermanfaat tidak maksimal, performa musuh alami tidak maksimal, ketersediaan shelter dan sumber protein dan nektar rendah, peran detrivora tidak maksimal.

Hama utama tebu adalah penggerek pucuk dan penggerek batang . Pengendalian menggunakan benih bebas penggerek. Varietas tahan penggerek antara lain PSJT 941, PS 851, PS 891, PS 921 dan PSBM 88-144. Lalat Jatiroto Diatraeophaga sriatalis 3o pasang/ha parasitoid telur Trichogramma 50 pias @2000 ekor/minggu pada umur tebu 1-4 bulan.

Penyakit utama Pokkabboeng, penyebab jamur Fusarium moniliforme . Infeksi primer oleh spora pada pupus atau pucuk tebu. Penyebaran sekunder melalui bibit. Gejala : awal bintik-bintik kholoris pada pangkal daun bag, pupus disertai cacat bentuk daun, serangan lanjut daun tidak dapat membuka, pada bintik khlorosis terdapat noda merah bentuk belah ketupat yang nantinya berlubang, serangan lanjut menyebabkan pucuk membusuk dan titik tumbuh mati.

Pengendalian varietas tahan PSJK 922, sanitasi kebun, kimiawi dengan tembaga asetat, bubur bordox, ¼ gamping atau kapur bangunan, ¼ kg belerang, ¼ kg prusi atau terusi atau CuSO4 , air 6 liter.

Luka api penyebab Ustilago scitaminea Sydow. Gejala infeksi primer melalui mata tebu baik yang telah tumbuh maupun bagal bibit yang akan ditanam di dalam tanah yang mengandung spora jamur. Penyebaran sekunder spora, oleh angin, alat pertanian dan pakaian.  Gejala terbentuknya organ seperti cambuk hitam kaku pada pucuk batang tebu. Pada cambuk tersebut menempel berjuta-juta klamidospora yang diselapisi selaput tipis tidak berwarna. Kerugian ratoon lebih parah, tanaman muda lebih parah.

Baca Juga:  Ikagi Siap Mendukung Swasembada Gula

Pengendalian tidak mengambil bibit pucuk dari kebun-kebun yang terserang. Kebun-kebun tersebut harus dibongkar dan tidak dilanjutkan untuk kebun tebu keprasan. Sanitasi kebun dengan pemusnahan tanaman inang seperti Imperata arudinacae , gelagah. Mengganti dengan varietas tahan/toleran. Fungisida Flutrifol konsentrasi 2-5 ml/l 2 kali aplikasi sesuai kebutuhan. Agensia hayati Trichoderma 200-300 kg/ha.

Penyakit pembuluh (RSD) penyebab bakteri Clavibacter xyli . Infeksi primer bibit yang berasal dari tanaman sakit. Infeksi sekunder melalui cairan tanaman sakit yang menempel pada alat pemotong bibit. Gejala : batang tebu pada tanaman keprasan lebih pendek, berkas melintang tampak titik-titik kecil yang berwarna jingga kemerahan, sedangkan yang membujur tampak seperti garis-garis merah, terutama pada buku-buku bagian tengah batang tebu dan gejala in terdapat pada beberapa ruas yang berurutan. Mengakibatkan penurunan bobot tebu. Pengendalian perawatan bibit dengan direndam dalam air panas pada 250 C selama 48 jam ditambah 500 C selama 3 jam. Desinfeksi alat pemotong bibit mencelupkan alat pemotong setiap kali akan memotong bibit ke dalam lisol 20%.