2nd T-POMI
2024, 18 Februari
Share berita:

Jakarta, Mediaperkebunan.id

Untuk meningkatkan daya saing industri gula maka penggunaan teknologi informasi mutlak. Pertanian tidak bisa diselesaikan oleh orang pertanian sendiri tetapi harus bersama dengan orang teknologi informasi. Salah satunya dengan pemanfaatan AI dan blockchain untuk agroiindustri gula. Arif Satria, Rektor IPB University menyatakan hal ini.

Aplikasi AI dan blockchain untuk agroindustri gula meliputi IoT digunakan untuk memonitor dari hulu sampi hilir (penanaman sampai konsumen).  AI digunakan untuk mengolah data dari IoT, memprediksi dan memberikan rekomendasi cerdas.

Blockchain digunakan untuk menyimpan semua data transaksi dari hulu sampai hilir sehingga memudahkan untuk transparansi dan ketelusuran.  Didalamnya ada prediksi cuaca, kalender tanam cerdas, deteksi hama, sistim informasi, sistim rantai pasok (bibit, pupuk, hasil panen dan lain-lain).

Ada robot cerdas untuk penyiraman, pemupukan dan panen. Sistim rantai pasok cerdas dan 3T akan membuat rantai pasok gula menjadi efisien, berdaya saing tinggi dan memenuhi tujuan swasembada gula.

Penelitian berjalan IPB University untuk menghasilkan varietas tebu unggul adalah upaya modifikasi gen cell wall invertase; pengumpulan informasi genetik : isolasi dan karakterisasi gen-gen terkait akumulasi sukrosa; gene silencing (RNAi) dan gene editing tebu yang meningkatkan produktivitas dan rendemen sampai 200% dengan pendekatan molekuler. Tebu cisgenik dengan peningkatan rendemen gula 30% dan teknologi pengembangan bibit klonal tebu lokal cisgenik presisi.

Sistim pendugaan kandungan gula berbasis NIR spektrokospi terintegrasi GIS untuk mendukung penerapan pertanian presisi pada perkebunan tebu modern. Tanaman tebu diukur brixnya dengan portable spektrometer dan hasil krigig untuk menggambarkan spatial variability.

Karena itu IPB University akan membuat  Fakultas Data Sains dan AI, juga Fakultas Teknis jurusan robotik, teknik mesin dan teknik elektro untuk memenuhi kebutuhan industri pertanian masa depan, termasuk industri gula.

Baca Juga:  Kementan Mendorong Bongkar Ratoon Tebu Jatim

Jurusan alat mesin pertanian di Fakultas Teknologi Industri Pertanian selama ini fokus pada mesin-mesin on farm saja. Sedang jurusan teknik mesih di perguruan tinggi ditujukan untuk mesin pengolahan non industri pangan. Kondisi ini membuat PG banyak mengimpor mesin dari China dan India. IPB University akan membuat scholl of enginering untuk melayani industri pengolahan hasil pertanian seperti gula dan sawit.