T-POMI
2023, 20 Mei
Share berita:

Jakarta, Mediaperkebunan

Laporan dan outlook kopi dari ICO (international Coffee Organization) April 2023, Indonesia merupakan produsen nomor 2  kopi di kawasan Asia Pasifik.  Produsen nomor satu adalah Vietnam sedang nomor 3 India.

Produksi Indonesia berkisar antara 10-12,3 juta karung  (1 karung = 60 kg) setiap tahunnya. Luas panen mencapai1,2-1,3 juta ha dengan didominasi petani kecil , luas 2-3 ha/petani. Penerapan GAP yang masih belum optimal membuat produktivitas rendah.

Tahun 2020-2022 luas lahan kopi bertambah 41.400 ha. Produktivitas kopi Indonesia rata-rata 8,9 karung tahun 2016-2017- 2020-2021 sementara dunia mencapai 15,6 karung/ha. Dalam jangka pendek upaya memperbaiki lingkungan adalah cara yang paling tepat untuk meningkatkan produksi.

Tahun 2021/2022 hujan dengan intensitas tinggi di sentra produksi utama Sumatera membuat proses pembungaan terhambat. Indonesia punya 2 masa panen yaitu pertama antara April-Mei, yang merupakan panen kopi robusta ;  kedua September-Oktober yang merupakan panen kopi arabika. Akibatnya produksi turun 1,1% pada tahun 2021/2022 jadi 11,9 juta karung dari 12 juta karung tahun 2020/2021.

Indonesia menempati posisi nomor satu sebagai produsen kopi arabika di Asia Pasifik, sedang nomor dua Vietnam dan nomor 3 India. Di dunia Indonesia berada di posisi 9 dengan urutan dari yang terbesar adalah Brasil, Kolombia, Ethiopia, Honduras, Peru, Meksiko, Guatemala, Nikaragua. Untuk kopi robusta Indonesia merupakan produsen nomor 3 setelah Vietnam dan Brasil.

Dari sisi konsumsi, Indonesia juga konsumen kopi terbesar kedua di Asia Pasifik dengan konsumsi sekitar 5 juta karung.. Indonesia adalah produsen dan konsumen kopi. Sedang konsumen terbesar Jepang  sekitar 7 juta karung. Konsumen terbesar ketiga adalah Vietnam selanjutnta Filipina.

Konsumsi kopi Indonesia menurun 1,8% sedang Jepang masih tumbuh pesat. Konsumsi kopi yang paling tinggi pertumbuhanya adalah Malaysia 73,2 % , kemudian Lebanon 22,5%, Yordania 15,5%, Korea Selatan 14,9%, Australia 14%, Turki 10,4%, China 7,3%.

Baca Juga:  WPLACE 2017: Memprediksi dan Strategi Penguatan Perkebunan

Data Ditjen Perkebunan sendiri menunjukkan luas areal kopi tahun 2020 1.250.452 ha, produksi 762.380 ton (12,7 juta karung), produktivitas 811 kg/ha (13.51 karung) dengan jumlah petani 1.888.069 orang. 2021 luas 1.279.570 ha (tambah 29.118 ha), produksi 786.191 ton (13,1 juta karung), produktivitas 816,5 kg/ha (13,6 karung). Tahun 2022 (angka sementara) luas 1.285.778 ha (bertambah 6.208 ha) produksi 794.762 ton (13,2 juta karung), produktivitas  822,7 kg (13,7 juta karung).

Volume ekspor kopi Indonesia tahun 2019 359.053 ton (5,9 juta karung) dengan nilai USD883.123.000, 2020 379.354 ton (6,3 juta karung) dengan nilai USD821.932.000, 2021 387.264 ton (6,4 juta karung) dengan nilai USD858.558.000. Sepuluh tujuan ekspor terbesar kopi Indonesia adalah AS USD194.204.405 (22,69%), Mesir USD65.515.364 (10,38%), Jepang USD65.515.364 (7,63%), Spanyol USD57.536.374 (6,7%), Malaysia USD53.965.000 (6,29%), Belgia USD44.829.143 (5,22%), Italia USD42.662.897 (4,97%), India USD32.054.284 (3,73%), Jerman USD30.400.075 (3,54%), Inggris USD25.722.593 (3%).

Tahun 2023 pengembangan kawasan  kopi 9.600 ha terdiri dari perluasan tanaman kopi 4.450 ha (robusta 250 ha kebutuhan benih 250.000 batang , arabika 3.900 ha kebutuhan benih 3,9 juta batang, liberika 300 ha kebutuhan benih 300.000 batang); peremajaan 2.400 ha (robusta 900 ha kebutuhan benih 900.000 batang, arabika 1.500 ha kebutuhan benih 1,5 juta batang), intensifikasi 2.750 ha (robusta 800 ha, arabika 1.050 ha).