2nd T-POMI
2024, 25 April
Share berita:

Jakarta, Mediaperkebunan.id – Harga lada di pasar global pada April 2024 mengalami penurunan di beberapa negara yaitu Malaysia, Vietnam, dan Brazil. Dilansir dari International Pepper Community, harga lada hitam ASTA di Malaysia tetap stabil di level USD 4.900 per ton sedangkan lada putih ASTA bertahan pada harga di level USD 7.300 per ton. 

Kemudian untuk harga ekspor lada hitam di Vietnam dengan grade 500 dan 550 g/l masing-masing bertahan di level USD 4.200 per ton dan USD 4.300/ per ton. Harga ekspor lada putih ASTA dipastikan stabil di harga USD 6.000 per ton. Sedangkan di Brazil  harga lada hitam ASTA 570 tetap bertahan di USD 4.300 per ton.

Berbeda dengan negara lain, harga lada Indonesia di pasar global cenderung mengalami kenaikan dan penurunan. Harga lada hitam di Indonesia, turun 0,64%; mencapai USD 4.569 per ton. Sementara itu, harga lada putih naik sebesar 0,51% dengan harga menjadi USD 6.069 per ton.

Harga lada di pasar global saat ini masih belum berubah karena pasar masih menunggu ekspor dari negara-negara produsen utama, seperti Vietnam. Diperkirakan bahwa harga lada di negara-negara produsen akan terus bertahan tinggi karena meningkatnya permintaan, sementara suplai dari Indonesia, Brasil, Malaysia, dan Kamboja tidak cukup untuk mengimbangi berkurangnya ekspor dari Vietnam.

Saat ini, konsumen di seluruh dunia bersedia membayar harga tinggi untuk lada berkualitas tinggi. Pasar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Timur Tengah meningkatkan permintaan mereka akan produk yang memenuhi kriteria keberlanjutan dalam aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi di seluruh rantai pasokan.

Sementara itu, di negara-negara dengan hasil lada yang besar, Brasil telah melewati musim panennya, Vietnam sedang memasuki musimnya, sementara panen utama di Indonesia dan Malaysia terjadi pada bulan Juli setiap tahunnya. Diperkirakan bahwa produksi lada global akan mencapai sekitar 465.000 ton pada tahun 2024, turun 6.000 ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, konsumsi lada global diperkirakan akan mencapai 529.000 ton, melebihi produksi sebesar 64.000 ton. Hal ini akan menyebabkan penurunan persediaan ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

Baca Juga:  Penetapan Harga TBS Berdampak Positif Bagi Petani

Dilansi dari Vietnam Agriculture Newspaper, pada tahun 2023 Uni Eropa mengimpor lada dari sumber eksternal sebanyak 50,26 ribu ton setara dengan USD 235,64 juta, yang menunjukkan penurunan volume sebesar 20,4% dan nilai sebesar 30,4% dibandingkan dengan tahun 2022. Sumber utama impor lada untuk Uni Eropa termasuk Vietnam, Brasil, India, Indonesia, dan Sri Lanka. Impor lada Uni Eropa dari Brasil mencapai 9,29 ribu ton setara dengan USD 35,76 juta, turun 39,2% secara volume dan 45,8% secara nilai dibandingkan tahun 2022. 

Pangsa pasar lada Brasil terhadap total impor Uni Eropa dari dunia menurun dari 10,31% pada tahun 2022 menjadi 7,56% pada tahun 2023. Mengenai pasar intra-blok, pada tahun 2023, UE mengimpor lada dari pasar intra-blok sebanyak 31,53 ribu ton setara dengan USD 207,7 juta, turun 6,8% dari segi volume dan 4,3% dari segi nilai dibandingkan dengan tahun 2022. Uni Eropa mengimpor lada terutama dari pasar intra-blok seperti Jerman, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Belgia.