2nd T-POMI
2024, 21 Februari
Share berita:

JAKARTA, mediaperkebuan.id – Direktorat Pengolahan dan Pemasaran, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, mencatat harga kopi jenis arabika green bean masih berfluktuatif di berbagai sentra utama penghasil kopi di Indonesia.

Di Kabupaten Aceh Tengah, (Aceh) harga kopi untuk penjualan Januari 2024 Rp 51.000 per kilogram (kg) anjlok dibanding Desember 2023 Rp 53.900/kg. Sedangkan harga kopi arabika di Kabuapten Tapanuli Selatan, (Sumatera Utara) untuk penjualan pada Januari 2024 sebesar Rp 129.600 atau naik dari Desember 2023 yang penjualannya Rp 125.000/kg.

Sementara di Kabupaten Pasaman Barat (Sumatera Barat), harga penjualan kopi arabika padfa Januari 2024 tercatat Rp 89.500/kg. Dibanding Desember 2023 angka penjualannya naik tipis dari Rp 89.200/kg.

Di Kabupaten Kerinci (Jambi) harga penjualan kopi arabika green bean tetap Rp 95.000/kg pada periode Januari 2024. Demikian juga penjualan kopi arabika di Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan) Rp 125.000/kg. Angka penjualan tidak berubah berlaku di Bandung (Jawa Barat) Rp 90.000/kg, Temanggung (Jawa Tengah) Rp 95.000/kg, dan Kulon Progo (DIY) Rp 90.000/kg.

Untuk penjualan kopi arabika di Kabupaten Mojokerto (Jawa Timur) tercatat naik di Januari 2024 menjadi Rp 150.000/kg dari Desember Rp 146.000/kg. Harga penjualan di Bangli (Bali) justru anjlok dari Rp 140.000/kg pada Desember 2023 menjadi Rp 135.000 pada Januari 2024.

Di Lombok Timur (NTB) harga kopi arabika green bean pada Januari 2024 mencapai Rp 140.000/Kg atau naik dari Rp 138.000/kg pada Desember 2023. Di Kabupaten Ngada (NTT) harha penjualan kopi tidak mengalami perubahan Rp 65.000/kg sejak Desember 2023.

Di Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan) harga penjualan kopi arabika green bean pada Januari 2024 tercatat Rp 90.900/kg atau melorot dibanding Desember sebesar Rp 97.950/kg. Sementara di Kabupaten Mamasa angka penjualan kopi arabika turun tipis dari Rp 79.571/kg pada Desember 2023 menjadi Rp 78.700/kg pada Januari 2024.

Baca Juga:  BALITBANGTAN DISTRIBUSIKAN 10 JUTA BENIH PERKEBUNAN