16 January, 2020

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, AL Leysandri minta DPW APKASINDO Kalbar benar-benar bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat, khususnya petani kelapa sawit. Hal ini disampaikan pada acara sesuai pelantikan DPW APKASINDO Kalbar oleh Ketua Umum DPP APKASINDO Alpian A Rahman, Kamis (16/1) di Pontianak.

Turut hadir dalam pelantikan ini Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO Gamal Nasir, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Rektor Universitas Tanjungpura, perwakilan Kodam XII Tanjungpura, perwakilan Polda Kalbar dan Ketua ASPEKPIR Kalbar.

“Masih banyak yang harus diperbaiki pada kelapa sawit ini. Misalnya harga TBS di Riau sudah Rp2000/kg tetapi disini tidak setinggi itu. APKASINDO harus menjadi mitra pemerintah. Organisasi ini harus berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan. Gubernur Kalbar sangat kritis soal keberadaan sawit ini,” katanya.

APKASINDO diminta untuk mendukung program pemerintah yaitu pemberdayaan masyarakat. Khusus untuk sawit, perusahaan kelapa sawit diminta membuka balai pelatihan bagi pemuda sekitar kebun supaya bisa ikut bekerja di kebun. Program terobosan ini penting sebab daya saing dan pertumbuhan ekonomi Kalbar masih rendah.

Alpian menyatakan saat ini Apkasindo sudah tersebar di 22 provinsi (DPW) dan 168 Kabupaten/kota (DPD) dan merupakan wujud kebebasan berserikat petani kelapa sawit. Organisasi ini berperan penting untuk mewujudkan petani mandiri dan sejahtera, tetapi tetap harus menjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan lain.

Kalbar termasuk beruntung sebab Gubernur sudah mengeluarkan Pergub nomor 63 tahun 2018 yang mengatur tata niaga TBS sehingga bisa memberi perlindungan harga yang wajar bagi petani. Tugas DPW Apkasindo Kalbar dan DPD-DPD adalah mengawal pelaksanaan Pergub ini.

Ketua DPW APKASINDO Kalbar, Samuel, menyatakan dalam jangka pendek programnya adalah penguatan kelembagaan melalui musda, pembentukan sampai tingkat kecamatan, pendataan dan penerbitan kartu anggota. Pemerintah merupakan mitra utama dalam membina dan membimbing petani.

Saat ini sudah bekerjasama dengan PT Berkah Nabati Nusantara untuk memanfaatkan batang sawit yang diremajakan menjadi gula merah dan briket, juga dengan Bank Sinasmas untuk membiayai peremajaan dan pembukaan kebun petani swadaya sehingga mampu mengelola secara mandiri. Kedepan kerjasama akan ditingkatkan dengan berbagai pihak seperti produsen kecambah dan saprodi.

(Visited 294 times, 1 visits today)