20 December, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Dalam rangka mendukung program biodiesel pemerintah, Serikat petani Kelapa Saawit ( SPKS) bertemu dengan Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM untuk membicarakan agar petani bisa ikut terlibat secara langsung dalam produksi biodiesel melalui suplai Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun petani yang langsung ke pabrik biodiesel yang sudah ada.

Dalam pertemuan ini Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM, Andriah Feby Misna mengatakan saat ini pemerintah memikirkan kedepan bagaimana program Biodiesel pemerintah bahan bakunya juga berasal dari petani sawit sekitar pabrik biodiesel. Hal ini dilakukan agar TBS petani bisa ikut mendukung program biodiesel pemerintah mulai dari pemanfatan crude palm oil (CPO) untuk konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

“Untuk itu data potensi sebaran petani harus ada saat ini kami sudah menyurati dinas perkebunan di daerah untuk data ini diamna beberapa dinas sudah merespon, selain dinas kami juga ingin bekerjsama dengan asosiasi petani sawit seperti SPKS untuk menyediakan data petani yang siap mendukung program pemerintah ini,” papar Andriah.

Mendengar hal itu Sekjen SPKS, Mansuetus Darto menyambut baik upaya pemerintah terkait dengan keinginannya untuk menjadikan petani sebagai pemasok bahan baku pada program biodiesel.

“Sebab ini sudah menjadi keinginan kami sejak lama dari asosiasi petani sawit, harus ada trasformasi rantai pasok yang selama ini merugikan petani sawit seharunya koperasi petani langsung menjual kepada pabrik biodiesel,” terang Darto.

Sehingga, menurut Darto, proses ini bisa di mulai dengan pemetaan, legalitas petani sampai pada mendukung program Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Sebagai langkah awal SPKS akan siapkan data petani sawit anggota kami di sekitar perushaan yang memproduksi biodiesel. Selain itu juga akan didampingi secara terus menerus dalam memperkuat kelembagan koperasinya sebagai wadah kerjsama perushaan dan petani.

“Kami harapkan juga ini menjadi mandatori kepada industi biodiesel, petani langsung menjual langsung kepada pabrik biodiesel yang diatur dalam peraturan pemerintah,” harap Darto. YIN

(Visited 20 times, 1 visits today)