Medan, mediaperkebunan.id – Industri pabrik kelapa sawit di Indonesia kini mendapatkan dorongan baru dengan hadirnya teknologi pengecoran logam Lost Foam Casting (LFC) pertama di Indonesia, teknologi ini resmi diperkenalkan oleh PT Victorindo Ferro Nusantara dalam acara peresmian pabrik terbaru mereka di Kawasan Industri Medan 3, Sumatera Utara pada Kamis (25/4/25).
Kunaefi Siswady, Direktur Utama Victorindo Group, menjelaskan bahwa teknologi Lost Foam Casting mampu menghasilkan produk dengan permukaan finishing yang lebih halus dan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode pengecoran konvensional.
“Dengan toleransi bubutan yang hanya 1–2 milimeter, pekerjaan finishing menjadi lebih sederhana dan efisien. Selain itu, sistem vakum pada LFC membuat kepadatan logam lebih optimal sehingga produk menjadi lebih tahan lama,” jelas Kunaefi.
Senada dengan itu, Kargiat C, Direktur PT Victorindo Ferro Nusantara, menambahkan bahwa penggunaan sistem LFC ini membawa standar baru dalam produksi komponen pabrik sawit.
“Produk yang dihasilkan dari teknologi ini memiliki akurasi lebih tinggi, permukaan lebih bagus, dan hasil lebih presisi. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas industri manufaktur dalam negeri,” ujarnya.
Dari sisi asosiasi perkebunan, Ketua P3PI Bidang Pabrik Kelapa Sawit, Posma Sinurat yang turut menghadiri acara peresmian tersebut turut menyambut baik inovasi ini. Menurutnya, kehadiran Victorindo dengan teknologi Lost Foam Casting menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem industri sawit nasional.
“P3PI siap bersinergi dan berkolaborasi agar teknologi terbaru ini bisa terus dikembangkan. Harapannya, produksi spare part untuk pabrik sawit tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga mampu bersaing dari sisi harga dan mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” kata Posma.
Ia juga menambahkan bahwa semangat kolaborasi ini akan diperkuat dalam agenda 3rd TPOMI 2025 yang akan digelar di Bandung pada 8-10 Juli 2025, dengan tema ‘Updating Technology and Talent Palm Oil Mill’.
“Melalui 3rd TPOMI 2025 ini, kami berharap lebih banyak inovasi baru yang belum pernah ada di Indonesia bisa diperkenalkan dan diadopsi untuk kemajuan industri sawit,” tambahnya.

