2nd T-POMI
2021, 6 Desember
Share berita:

Subang, Mediaperkebunan.id

Akhir November lalu, PT UPL Indonesia yang bergerak dalam industri sarana agro input pertanian melakukan temu ramah dengan jajaran PTPN VIII di kebun Tambak Sari Subang, sebagai ajang berbagi informasi dan diskusi untuk inovasi berkelanjutan.

Menurut Askif Pasaribu, Asia R & D Category Lead UPL , tujuan pertemuan ini adalah untuk mendengarkan langsung tantangan yang dihadapi perkebunan dalam pengelolaan OPT di lapangan sehingga UPL bisa memberikan solusi terbaik.

Devenda Gangwar, Country Head PT UPL Indonesia menyatakan perusahaan asal India ini sudah beroperasi di 138 negara dalam memberikan solusi terhadap pengendalian OPT. Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu target pasarnya.

Dengan 44 pabrik yang tersebar di seluruh dunia, semua produk yang dihasilkan merupakan produk berkualitas yang telah melewati sreening sangat ketat. Visi UPL adalah menjadi ikon untuk pertumbuhan, inovasi dan teknologi sedang misinya change the game untuk membuat produk pangan lebih berkelanjutan.

Budi Herdiyana Tresnadi, Kabag Operasional Sawit dan Karet PTPN VIII menyampaikan penangangan OPT dan gulma di PTPN VIII. Diharapkan acara ini ditindaklanjuti dengan program teknis seperti penyampaian teknologi, inovasi serta penggunaan metode aplikasi yang lebih efektif dan efisien.

Tayana Ranjan Panda, R&D Head ASEANZ UPL menyatakan setiap produk UPL sudah melewati proses riset dan pengembangan yang ketat dengan melewati fase-fase produksi yang terukur baik kualitas maupun keamanannya.

Disamping produk kimia, UPL juga mengembangan produk yang berbasis alami dan natural sehingga sangat ramah lingkungan yang masuk dalam core bisnis tersendiri yaitu Natural Protection Product. Produk yang dihasilkan diantaranya bahan pembenah tanah Zeba yang sudah dapat izin edar di Indonesia.

Baca Juga:  SPKS : PERLUAS PENDANAAN ISPO PETANI

Dengan aplikasi Zeba maka terjadi efisensi penggunaan air karena kemampuan menyimpan air 250 kali berat bahan produk tersebut yang akan dilepas ketika tanaman kekurangan air. UPL juga sedang mengembangkan produk pestisida hayati seperti bioinsektisida, bionematisida dan biofungisida.

Tim R&D UPL Indonesia juga mempresentasikan hasil uji coba pengelolaan gulma di Kebun Tambak Sari Subang dan Cikasunga Bogor. Ini merupakan inovasi baru pengelolaan gulma diperkebunan kelapa sawit.

Diperkenalkan produk premix herbisida non seletif dan herbisida residual yang efektif mengendalikan semua jenis gulma, termasuk gulma yang sulit dikendalikan. Juga mencegah tumbuh dan berkecambah gulma baru, sehingga pengendalian bisa bertahan lebih dari 90 hari, artinya efisiensi. Produk ini sudah terdaftar dengan nama dagang Facsinate Flash.

Tim marketing UPL juga menyampaikan beberapa produk UPL yang sudah ada di pasar Indonesia. Produk itu adalah insektisida untuk mengendalikan ulat kantong, ulat api dan kumbang badak berbasis asephat. UPL leading dalam bidang ini dengan produk Starthene dan Posthene dengan metode trunk injection