Bandung, mediaperkebunan.id – University Putra Malaysia (UPM) temukan strategi sebagai upaya mengatasi ganoderma dengan menggunakan pendekatan pada nutrisi tanah. Ganoderma sendiri adalah jamur yang menyebabkan penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit. Diketahui, penyakit ini dapat mematikan hingga 80% populasi kelapa sawit, sehingga hal ini mendorong UPM untuk mengembangkan cara mengatasi ganoderma masa kini.
Malaysian Palm Oil Board (MPOB) membuat Strategi 3 Pengendalian Ganoderma Terpadu dan salah satunya dengan manajemen nutrisi. Menurut Prof Dr Mohammed Hanafi Musa dari UPM, N dan P berkorelasi positif dan signifikan dengan G boninense sedang K dan Ca korelasi negatif dan signikan. Hal ini disampikan pada 2nd ISGANO 2025 yang diselenggarakan Media Perkebunan dan P3PI.
Penelitian di pembibitan menunjukkan unsur K sangat berperan penting untuk ketahanan terhadap G boninense. Pemberian dosis tambahan K untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan G boninense. Tanaman yang kekurangan unsur hara makro (N,P,K) lebih kurang vigor dan rentan terserang penyakit pangkal busuk batang yang mengakibatkan kematian.
Pemberian K tinggi pada lahan gambut membuat perlidungan yang lebih tinggi terhadap Ganoderma. Pemberian N,P dan K sesuai dosis akan memperlambat infeksi Ganoderma 6 bulan setelah terinfeksi, tetapi setelah itu pengaruh perlindunganya berkurang. Dosis N , P dan K yang optimum adalah 17,37, 17,37 dan 41,34 g/tanaman membuat pertumbuhan tanaman lebih optimal dan ketahanan terhadap Ganoderma meningkat pada pembibitan di lahan gambut.
Pemberian Kalsium, baik pada tanam atau tambahan pada pupuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, juga memperlambat pertumbuhan Ganoderma baik pada pembibitan maupun di kebun. Pada pembibitan akan merubah komponen fisiologi sehingga mengurangi infeksi Ganoderma.
Pendekatan nutrisi untuk pengendalian Ganoderma pada tanaman yang sudah ada bertujuan untuk memperpanjang masa hidup tanaman yang sudah terserang. Pada peremajaan untuk mengurangi atau meniadakan inokulum Ganoderma yang ada di lahan. Pada produk untuk mengendalikan Ganoderma untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap Ganoderma.
Strateginya adalah komponen nutrisi berbasis organik yang digunakan sebagai pupuk sehingga aplikasinya mudah dan hemat. Pupuk hasil penelitian UPM dan MPOB ini bernama Ganocare. Komponennya adalah tepung tandan kosong dan ditambah komponen yang bermanfaat bagi tanaman. Kedepan akan dikembangkan berbentuk pelet dan kompak. Bisa digunakan sebagai pupuk organik sendiri, pupuk organik plus NPK, dalam pupuk N P K tunggal dengan kandungan yang berbeda-beda.
Penelitian pada pembibitan kelapa sawit , setelah 9 bulan bibit yang diberi Ganocare tumbuh lebih baik. Penelitian lain 8 bulan setelah inokulasi, benih yang diberi Ganocare infeksi Ganoderma rendah. Infeksi Ganoderma berkurang 63,5% . Penelitian lain benih yang diberi Ganocare setelah 12 bulan ditanam 35 cm dari sisa batang terkena ganoderma. Setelah 36 bulan penanaman, tidak ada gejala serangan. Sedang pada benih yang tidak diberi Ganocare 33,3% mati karena Ganoderma.
Sedang di lapangan perlakuan dengan pupuk biasa setahun setelahnya ada 101 pokok (38,1%) sedang yang perlakuan 9 kg/pokok/tahun 18 yang terkena (7,2%). Ganocare yang dipatenkan oleh MPOB dan UPM untuk membantu kesuburan tanah, pertumbuhan pokok dan menjaga terhadap Ganoderma serta penyakit sawit lainnya.
Keunikan Ganocare adalah membentuk lapisan pelindung, customized (mengikuti umur pokok dan jenis tanah), 3 in 1 (organik, anorganik dan nutrien bermanfaat), meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit.

