Jakarta, mediaperkebunan.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Ketua Daya Anagata Nusantara (Danantara) Ruslan Rusani mengumumkan total investasi Rp371 triliun untuk akselerasi hilirisasi sektor pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan.
“Total investasi Rp371 triliun untuk pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan akan segera diselesaikan dalam waktu singkat dan diserahkan ke Menteri Investasi dan stafnya untuk ditindaklanjuti. Prinsipnya sudah disepakati,” ujar Amran dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan dan Industri pada hari Jumat (07/11/2025).
Beberapa komoditas perkebunan yang menjadi prioritas antara lain adalah kelapa, kakao, dan mete. Dalam hal ini, swasembada gula juga memiliki fokus penting dan masuk sebagai prioritas strategis. Menurutnya, penting untuk mengembalikan kejayaan industri gula Indonesia era 1930, dimana kita menjadi produsen dan eksportir gula nomor dua dunia.
“Kita tidak boleh lagi bergantung pada impor. Tahun depan InsyaAllah kita akan akan mencapai swasembada white sugar dan dalam tiga sampai empat tahun ke depan kita akan kembalikan kejayaan industri gula seperti era 1930,” tegas Amran.
Amran optimis dengan dukungan investasi dan hilirisasi yang masif, hilirisasi perkebunan Indonesia tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM dan Ketua Danantara, Ruslan Rusani, menegaskan bahwa langkah percepatan hilirisasi pertanian dan perkebunan merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia.
“Sektor perkebunan tebu, kakao, mete, kelapa masuk ke dalam padat karya dan potensi lapangan kerjanya 1,6 juta. Jika digabungkan dengan sektor pertanian dan peternakan bisa mencapai 3 juta lapangan pekerjaan,” ujarnya.
“Kami telah mencapai kesepakatan bahwa hilirisasi peternakan, perkebunan, dan pertanian akan kita dorong dan akselerasi sesuai arahan Bapak Presiden. Kami telah melakukan identifikasi dan memberikan penugasan kepada BUMN serta badan usaha yang relevan untuk melaksanakan program ini agar targetnya tercapai,” jelas Ruslan.
Menurut Ruslan, jika dibandingkan dengan sektor mineral, nilai investasi hilirisasi perkebunan, pertanian, dan peternakan lebih kecil. Namun, dampak pencipataan lapangan kerja di sektor pertanian menurutnya jauh lebih besar.
Ia menekankan bahwa Danantara akan memberikan dukungan penuh dalam proses ini, termasuk dalam evaluasi dan pengawasan terhadap implementasi di lapangan. “Kami akan mensupport penuh dan ikut mengevaluasi semua yang telah disampaikan karena ini langkah positif. Selama ini hilirisasi banyak dibicarakan di sektor mineral, tetapi kali ini fokusnya pada pertanian, perkebunan, dan peternakan,” pungkasnya.

