Batam, mediaperkebunan.id – Para pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berbasis kelapa sawit didukung sepenuhnya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) agar bisa menjadi UKMK yang go digital dan go global.
Dukungan tersebut, seperti keterangan resmi yang diterima mediaperkebunan.id, Selasa (29/7/2025), ditunjukan oleh Asosiasi SAMADE dengan dukungan penuh BPDP melalui kegiatan pelatihan bertajuk “Praktik Cara Menjadi UKMK Go Digital Go Global (Ekspor) di Provinsi Kepulauan Riau”.
Kegiatan. Tersebut digelar di lantai 3 Aula Universitas Batam (UNIBA), Kamis (24/7/2025), diikuti 100 peserta UKMK dari seluruh Provinsi Kepri yang menggunakan produk sawit dan produk turunannya.
Menariknya, para mahasiswa dari UNIBA dan dari berbagai kampus di kota Batam dengan tujuan membekali para peserta agar memiliki keterampilan praktis untuk menembus pasar ekspor.
Pelatihan tersebut mencakup materi teknis seperti pengurusan akun kepabeanan, regulasi ekspor, dan pengisian dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB).
Narasumber berasal dari lintas instansi, termasuk Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Bea Cukai Kota Batam, dan Akademisi UNIBA, serta pelaku UMKM yang telah berpengalaman menembus pasar internasional.
Ketua Pelaksana, Hendra Dermawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mendorong UMKM Kepulauan Riau melakukan ekspansi agar mudah go digital go global.
“Kegiatan ini sengaja kita buat agar pelaku UMKM Kepulauan Riau bisa ekspor langsung, bagaimana menghimpun produk teman-teman pelaku UMKM nanti bisa di ekspor,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya promosi produk-produk sawit, terutama karena Batam merupakan destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia.
“Ini bisa menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk makin berkembang dan naik kelas,” ujar Hendra Dermawan.
Ketua Umum DPP SAMADE, Tolen Ketaren, menyatakan kebanggaannya atas antusiasme peserta di Provinsi Kepulauan Riau.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk memperluas pasar UMKM dari lokal ke global.
“Selama ini kita fokus di pasar domestik. Sekarang saatnya UMKM Naik kelas derajat ke level ekspor,” ujar Tolen Ketaren.
“Kami ingin pelatihan ini bermanfaat tidak hanya untuk UMKM, tapi juga mahasiswa agar kelak menjadi pelaku usaha berbasis digital dan ekspor,” lanjut Tolen Ketaren.
Sementara itu, Wakil Rektor 1 UNIBA, Chablullah Wibisono, menilai pelatihan ini sangat strategis untuk membangun ekonomi kerakyatan di Batam, yang saat ini masih bertumpu pada industri manufaktur.
“Pelatihan ini sangat baik untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan, agar Batam dan Kepri makin sejahtera,” kata Chablullah Wibisono.
Sementara itu Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan, dan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan komitmen BPDP untuk mendukung UMKM agar bisa naik kelas dan menembus pasar ekspor.

“Kami dari BPDP siap terus berkolaborasi, siap terus untuk mensupport, kegiatan-kegiatan dalam rangka mempromosikan tiga komoditas yakni sawit, kelapa, dan kakao, serta mendukung program-program pelatihan UMKM seperti ini” ujar Helmi Muhansyah.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa di daerah.
Menurut Mardanis, jika ingin daerah maju dan rakyat sejahtera, maka Batam harus memperbanyak produk lokal yang kompetitif. Kata dia, para pelaku UMKM adalah tulang punggung pembangunan ekonomi daerah.
“Kami bersyukur dengan kegiatan yang ditaja oleh SAMADE dan didukung penuh oleh BPDP ini dalam rangka membekali pelaku UMKM yang akan berdampak pada kemajuan daerah. Makin banyak barang dan produksi dari pelaku UMKM, maka Batam akan semakin makmur,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, Asosiasi SAMADE juga menjalin MoU dengan PT Zenlin Nusantara Lintas Asia dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM Provinsi Kepulauan Riau yang menggunakan sawit dan produk turunannya.
Tujuannya adalah agar para pelaku UKMK di Provinsi Kepri bisa bersaing di pasar internasional. Hal tersebut akan didukung oleh BPDP demi mewujudkan kemajuan kegiatan ekspor UMKM Kelapa Sawit Indonesia.

