Tidore, mediaperkebunan.id – Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tidore yanga terletak di pulau Tidore, Provinsi Maluku Utara (Malut) sudah menggunakan cangkang kelapa sawit untuk proses pembakaran campuran atau cofiring antara biomassa dengan batubara.
Menurut Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, dalam sebuah keterangan yang dikutip Media perkebunan.id, Selasa (15/4/2025), mengatakan penggunaan biomassa cangkang sawit tersebut dimaksudkan untuk kepentingan lingkungan yang bersih.
“Dalam hal ini dimaksudkan untuk mendukung penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dan mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060, Iwan Agung Firstantara
Untuk mewujudkan hal itu, Iwan Agung Firstantara mengatakan PT PLN EPI telah memasok sebanyak 350 ton cangkang kelapa sawit ke PLTU Tidore tersebut beberapa waktu yang lalu.
Kata Iwan Agung Firstantara, proses pengiriman cangkang sawit dilakukan melalui kapal laut via melalui kerjasama dengan PT Bumi Indawa Niaga (BIN).
PLN EPI, sambungnya lagi, mencatat keberhasilan pengiriman biomassa sebesar 1,62 juta ton pada tahun 2024, dengan penurunan emisi karbon mencapai 1,87 juta ton CO2.
“Target pengiriman di tahun 2025 ini meningkat menjadi 3 juta ton cangkang sawit untuk seluruh PLTU yang dikelola oleh PLN Grup,” ungkap Iwan Agung Firstantara lebih lanjut.
Mengenai PLTU Tidore, Iwan Agung Firstantara mengatakan letaknya ada di kota Tidore Kepulauan, dan telah ditetapkan untuk menjadi salah satu lokasi penerapan cofiring biomassa setelah melalui serangkaian ujicoba.
Mengenai sumber cangkang sawit, Iwan Agung Firstantara menyebutkan ada sejumlah perkebunan kelapa sawit yang ada di sekitar kepulauan dekat pulau Tidore.
PT Bumi Indawa Niaga (BIN), ucap Iwan Agung Firstantara, adalah sebuah perusahaan agribisnis yang memanfaatkan limbah cangkang sawit dari pabrik kelapa sawit (PKS) milik sister company mereka, PT Gelora Mandiri Membangun, untuk mendukung teknologi cofiring biomassa di PLTU Tidore.
Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara menjelaskan program cofiring ini mencerminkan upaya PLN untuk memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar melalui pemanfaatan limbah yang bernilai tambah.
Ia juga menambahkan kolaborasi dan kerjasama dengan PT BIN merupakan kolaborasi strategis untuk bisa mendukung keberlanjutan energi di Provinsi Maluku Utara dengan extra effort pada penggunaan sarana transportasi kapal laut untuk mengatasi tantangan kondisi geografis di Maluku yang merupakan kepulauan.
“Dengan inovasi seperti ini, kami tidak hanya memperkuat sistem energi berbasis lokal, tetapi juga berkontribusi signifikan pada pencapaian target bauran energi baru dan terbarukan atau EBT nasional sebesar 23 persen pada 2025,” tegas Iwan Agung Firstantara.

