Jakarta, mediaperkebunan.id – Untuk periode Juli 2025 ini harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel mengalami penurunan yang agak tipis bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau periode Juli 2025 yang lalu.
Dalam perhitungan Mediaperkebunan.id berdasarkan keterangan resmi pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penurunan HIP BBN biodiesel untuk periode Juli 2025 ini mencapai Rp 16 per liter.
Tentu saja jumlah itu belum ditambahkan lagi dengan ongkos kirim yang penetapannya disesuaikan dengan peraturan yang ada dalam lampiran I Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 153.K/EK.05/DJE/2024.
Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal (Dirjen) EBTKE Kementerian ESDM menegaskan bahwa penetapan HIP BBN ini merupakan bagian dari implementasi program mandatori biodiesel yang dibuat oleh pemerintah.
Serta, sambung Eniya Listiani Dewi lebih lanjut, telah sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam pasal 18 ayat (3) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan.
“HIP BBN jenis biodiesel yang sekarang ini berlaku efektif mulai 1 – 31 Juli 2025,” tambah Eniya Listiani Dewi, seperti dikutip dalam pernyataan resmi pihak Ditjen EBTKE Kementerian ESDM yang dipantau Mediaperkebunan.id, Senin (7/7/2025).
Dia mengungkapkan, besaran HIP BBN jenis biodiesel dimaksud dihitung berdasarkan ketentuan Diktum Kesatu Kepmen ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang HIP BBNJenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Minyak Solar.
Berikut HIP BBN jenis biodiesel per liter periode Juli 2025:
Biodiesel : Rp 12.874 + ongkos angkut (sebelumnya Rp 12.890 + ongkos angkut. Turun Rp 16)
Rata-rata CPO PT KPBN : Rp 13.412 (sebelumnya Rp 13.408. Naik Rp 4)
Biaya konversi CPO ke Biodiesel : USD 85 per metrik ton (tetap)
Konversi nilai kurs USD BI: Rp 16.303 (sebelumnya Rp 16.561 per USD. Turun Rp 258)

