2016, 19 Januari
Share berita:

Permasalahan yang dihadapi petani kopi saat ini adalah masih rendahnya tingkat produktivitas sehingga kalah bersaing dengan Vietnam. Padahal dari 10 jenis kopi specialty yang ada di dunia, 5 berasal dari Indonesia. Irfan Anwar, Ketua Umum AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) menyatakan hal ini.

“Sayangnya pengakuan dunia internasional terhadap kualitas kopi Indonesia ternyata belum menggairahkan petani dan pelaku usaha kopi di Indonesia. Hal ini terbukti dengan penurunan peringkat Indonesia sebagai negara pengekspor kopi dunia, yaitu dari peringkat 3 menjadi peringkat 4,” katanya.

Luas lahan perkebunan kopi Indonesia mencapai 1,24 juta ha, terdiri dari kopi robusta 933.000 ha dan kopi arabica 307.000 ha. Rata-rata luas kepemilikan kebun kopi hanya 0,6 ha/KK.
Produktivitas tanaman kopi adalah 741 kg/ha/tahun sedang arabika 808 kg/ha/tahun, jauh dibawah Brasil yang mencapai 2000 kg/ha/tahun dan Vietnam yang mencapai 1.500. “Karena itu meskipun luas penanaman kopi cukup luas tetapi karena rendahnya produktivitas membuat produksinya rendah.
Saat ini negara-negara konsumen minta supaya negara produsen menerapkan sustainability coffee. Indonesia sampai saat ini sedang proses pembuatan Indonesia Sustainability Coffee (ISC). Tantangan perdagangan kopi tidak hanya dalam upaya peningkatan produksi dan mutu, memperluas pasar di negara-negara non tradisional, tetapi aspek sustainability, keamanan pangan dan semakin berkembangnya konsumsi kopi di negara-negara emerging market.