1 July, 2020

Bangkit Oetomo, Invesment Asociate The Tropical Landcape Financial Facility (TLFF) menyatakan intitusinya dalam melakukan pendanaan melihat dari dua sisi yaitu komersial dan pemberian dampak sosial dan lingkungan. Terdapat proses due dilIlgence dalam menganalisis potensi-potensi bisnis agar bisa mencapai dua parameter tersebut.

Ketika mengeluarkan obligasi sustainable USD95 juta yang dijamin oleh USAID dan dipinjamkan kepada PT Royal Lestari Utama, perusahaan patungan antara Barito Pasifik dan Michelin, bergerak dalam HTI karet, kedua aspek ini benar-benar diperhitungkan.

Kalau melihat dari harga karet memang tidak terlalu positif karena dalam 6 tahun terakhir dalam posisi rendah. Tetapi adanya jaminan pasar oleh Michelin menunjukkan ada koneksi antara pasar dan proyek dan ini sudah memenuhi dari aspek komersial. Proyek ini akan memenuhi 10% kebutuhan karet Michelin.

Selain HTI juga ada kerjasama dengan petani, program pembedayaan masyarakat lain dan konservasi seluas 88.000 ha di Jambi dan Kaltim. Proyek ini memberikan hasil menang-menang bagi perusahaan, masyarakat dan keanekaragaman hayati.

Komitmen pada no deforestation, perlindungan lingkungan, menghargai masyarakat setempat dan pekerja juga pengembangan masyatakat setempat. Proyek ini coba mencari jawaban atas permasalahan trend deforestasi yang sudah berlangsung lama, masalah lahan dan konflik. Proyek ini dipastikan sesuai dengan kebijakan sosial dan lingkungan TLFF.

Dampaknya adalah kerjasama dengan LSM, membiarkan 22.000 ha sebagai wilayah konservasi tinggi dan hutan konservasi. Membentuk buffer zone untuk Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Mempekerjakan secara langsung 16.000 pekerja dan 24.000 petani sebagai pemasok.

Adanya garansi dari USAID membuat investor yakin dananya pasti akan kembali meskipun nanti ada masalah, meksipun tidak 100%. Banyak investor tidak mengerti secara teknis tetapi adanya garansi ini membuat mereka tetap membeli obligasi. TLFF berperan membuat biaya-biaya tinggi yang selama ini dibebankan pada investor dialihkan untuk lingkungan dan masyarakat.

(Visited 43 times, 1 visits today)