Medan, mediaperkebunan.id – Saat ini dan di masa depan terbuka peluang bagi para petani sawit, terutama yang tergabung dalam sebuah organisasi, untuk menjalin kolaborasi dengan Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) dalam mengatasi mewabahnya ganoderma.
“Memang sebaiknya para petani sawit bersatu dalam Poktan, Gapoktan, atau KUD, agar lebih efektif kerjasama dengan. MAKSI dalam mengatasi ganoderma,” ucap Fery Harianja, salah satu pengurus MAKSI dan praktisi pemberantasan ganoderma di perkebunan kelapa sawit.
Hal itu dikatakan pria yang berdomisili di Provinsi Riau ini kepada Mediapetkebunan.id, Minggu (13/7/2015), terkait meningkatnya antusiasme para petani sawit di Sumut terhadap kegiatan Safari Ganoderma 4 yang dijalankan MAKSI beberapa hari yang lalu di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Kabupaten Simalungun.
Kata dia, Ketua Umum MAKSI Dr Ir Darmono Taniwiryono sangat bersedia berkolaborasi dengan siapa saja, termasuk dengan para petani sawit, dalam mengatasi ganoderma yang kini sudah menjalar di banyak perkebunan sawit di Pulau Sumatera.
Dia menyarankan agar kegiatan edukatif berupa Safari Ganoderma bisa melibatkan badan pengelola dana perkebunan (BPDP) agar berjalan lebih efektif, efesien, dan tepat sasaran, termasuk dari sisi pembiayaan.
Fery menjelaskan, sudah banyak pihak yang merasakan manfaat dari kegiatan pemberantasan ganoderma yang dilakukan oleh MAKSI, termasuk melalui kegiatan Safari Ganoderma, dari mulai pimpinan organisasi petani sawit, anggota, pengurus, dan pimpinan koperasi unit desa (KUD) di berbagai kabupaten.
“KUD yang kami bantu dalam pemberantasan ganoderma pun beragam, ada yang merupakan binaan dari perusahaan sawit, baik swasta maupun PTPN, ada juga yang KUD swadaya,” ucap Fery Harianja.
Ia mencontohkan nama-nama KUD, seperti KUD Tani Sejahtera, KUD Dayo Mukti, KUD Tunas Karya, KUD Beringin Jaya, dan lainnya.
“Bahkan ada perusahaan sawit yang kami bantu untuk mengatasi ganoderma di kebun mereka,” tambah pria asal kota Sibolga ini lebih lanjut.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan edukasi mengatasi ganoderma juga terbuka dilakukan di provinsi lainnya, seperti di Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel) dan lainnya.
“Semua ini kami lakukan agar perkebunan kelapa sawit kita semakin berkelanjutan dan mampu memberikan yang terbaik bagi Nusa dan Bangsa,” tegas Fery Harianja.

