Jakarta, mediaperkebunan.id – Media Perkebunan menyelenggarakan webinar bertema “Teknologi Terbaru WWTP dan Bio Energi dari Air Limbah Berbasis Agro Industri” hari ini, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian ESDM, KLHK, serta praktisi teknologi pengolahan limbah dan bioenergi. Webinar ini menggali strategi dan solusi terkini dalam pengelolaan limbah cair, khususnya Palm Oil Mill Effluent (POME), sebagai sumber energi terbarukan yang juga ramah lingkungan.
Dalam sambutan pembuka, Pemimpin Usaha Media Perkebunan, Hendra J. Purba, menekankan bahwa pengelolaan limbah cair dan padat masih menjadi tantangan utama di sektor pabrik kelapa sawit (PKS). “PKS harus bisa mengatasi tantangan ini. Harus ada pemanfaatan limbah yang rasionya semakin tinggi. Semakin mampu meningkatkan rasio pemanfaatan limbah maka nilai PKS ini semakin tinggi baik dari sisi ekonomi dan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025 tentang Persetujuan Lingkungan. “Limbah cair harus dikelola oleh perusahaan supaya BOD tidak melebihi yang sudah ditetapkan. Beberapa kejadian hujan deras menyebabkan kolam limbah meluap ke sungai, padahal BOD masih tinggi, sehingga mencemari lingkungan dan menimbulkan keresahan masyarakat,” tambahnya.
Webinar ini menghadirkan narasumber utama Trois Dilisusendi, perwakilan dari Direktorat Bioenergi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, yang menguraikan pentingnya mendorong pemanfaatan limbah menjadi biogas, biomethane, hingga BioCNG. Pemanfaatan ini tak hanya menekan pencemaran tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Harni Sulistyowati, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda dari KLHK, menjelaskan kerangka pengawasan dan pendampingan lingkungan hidup dalam agroindustri. Ia menegaskan bahwa perusahaan wajib melakukan pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus melalui sistem Sparing sesuai regulasi.
Paparan teknis disampaikan oleh Irawan, ST, Direktur PT. Keiso Process & Enviro Industries, bersama Sakti Siregar, konsultan pengolahan limbah. Mereka mempresentasikan teknologi filter press dan solusi sludge dewatering yang dapat mengolah lumpur limbah menjadi pupuk organik serta bahan bakar alternatif.
“Lumpur hasil olahan POME kaya akan unsur hara seperti N:P:K:Mg = 3.38 : 2.15 : 0.89 : 0.48. Ini bisa langsung dimanfaatkan sebagai biofertilizer,” ujar Sakti dalam presentasinya. Ia juga memaparkan skema pemrosesan biogas menjadi biomethane dan penggunaannya sebagai pengganti LPG.
Webinar yang dimoderatori oleh Samuel Leki, praktisi dari P3PI, diikuti oleh berbagai pelaku usaha, akademisi, dan pemerhati lingkungan. Diskusi berjalan aktif, menandakan tingginya antusiasme peserta terhadap inovasi pengolahan limbah yang efisien dan bernilai ekonomi.
Dengan perkembangan teknologi pengolahan limbah cair agroindustri yang kian mutakhir, webinar ini diharapkan menjadi pemicu kolaborasi lebih lanjut antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong sawit berkelanjutan dan bebas pencemaran.

