Surabaya, mediaperkebunan.id – Kementerian Pertanian terus mengakselerasi upaya mencapai swasembada gula nasional. Salah satu langkah strategis dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan melalui Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya dengan melakukan pengecekan lapangan (groundcheck) terhadap kebun-kebun tebu potensial di wilayah Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Purbalingga, Jawa Tengah .
Kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas dan kelayakan kebun sebagai sumber benih tebu unggul yang akan memperkuat produktivitas tebu nasional. “Kami memastikan calon sumber benih memenuhi standar teknis agar benih yang diterima petani berkualitas, sehingga mendukung hasil panen yang optimal,” ujar perwakilan tim BBPPTP Surabaya di sela kegiatan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi intensifikasi yang diusung Kementan untuk mendongkrak produksi gula nasional.
Secara terpisah, Plt. Dirjen Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa penyediaan benih unggul merupakan salah satu komponen utama dalam upaya intensifikasi, dan kualitas benih selalu menjadi perhatian utama. “Penyediaan benih unggul ini harus melewati proses seleksi dan verifikasi ketat agar petani benar-benar mendapatkan hasil yang maksimal,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman telah menyatakan komitmennya terhadap swasembada gula. Program swasembada gula ini merupakan salah satu target prioritas dari Presiden RI Prabowo Subianto. Mentan Amran optimistis ke depan Indonesia mampu mencapai swasembada.
Amran menegaskan bahwa strategi pengembangan tebu nasional akan difokuskan pada intensifikasi dan ekstensifikasi. Ia meminta jajarannya lakukan langkah pembenahan menyeluruh dari hulu ke hilir. “Kita ingin sektor gula ini sukses seperti beras. Dan kuncinya petani terbantu, petani untung dan produksi meningkat,” katanya. Menurutnya, investasi di sektor ini akan memberikan dampak positif yang berlipat, baik dari peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi nasional

