Jakarta, Mediaperkebunan.id – Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi dipilih menjadi tuan rumah Pra Munas KOPEK (Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa) yang rencana akan dilaksanakan akhir Juli 2025.
Menurut Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo, kabupaten ini dipilih karena merupakan kabupaten nomor 4 penghasil kelapa di Indonesia. Budidaya kelapa oleh petani di kabupaten ini juga relatif baik.
Selain berdampingan dengan kabupaten Indragiri Hilir yang terkenal dengan hamparan kelapa dunia, kabupaten ini juga punya beberapa varietas kelapa yang bisa jadi varietas unggul. Dengan program peremajaan kelapa nasional 500.000 hektar maka akan dibutuhkan banyak benih kelapa unggul.
Pra Munas diperkirakan akan dihadiri 60-70 bupat kabupaten penghasil kelapa, terutama dari kabupaten sentra kelapa. Pra Munas akan membahas dan mempersiapkan materi untuk dibawa ke Munas yang rencana diadakan di bulan September. Materi tersebut antara lain struktur pengurus, AD/ART, program kerja dan sistem yang akan dibangun dari hulu sampai hilir pengembangan kelapa Indonesia serta tentunya pembiayaan KOPEK.
Nelson Pomalinggo, mantan Bupati Gorontalo dan Alias Wello, Sekjen KOPEK mantan Bupati Lingga diminta langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman baik sebagai pribadi dan sebagai tugas negara untuk terus memimpin KOPEK dalam upaya mengembalikan kejayaan kelapa di Indonesia. Bupati baru hasil pilkada kemarin diminta jadi pengurus sedang penggeraknya tetap Nelson dan Alias Wello.

Pra Munas rencana akan mengundang Menteri Pertanian untuk membuka dengan pembicara Dirjen Perkebunan, Kementerian Perdagangan, Bappenas, HIPKI (Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia) dan asosiasi kelapa lainnya. Menteri Pertanian diminta juga melakukan pencanangan hilirisasi kelapa.
Sebelumnya Nelson, Alias Wello dan Ardi Simpala, Sekretaris Eksekutif KOPEK, sudah melakukan kunjungan kerja ke Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat dan diterima oleh Bupati Anwar Sadat.
Anwar Sadat menyatakan rasa bangga dan apresiasi karena ditetapkannya Tanjung Jabung Barat sebagai tuan rumah Pra Munas KOPEK. Produksi kelapa Tanjung Jabung Barat 260.000 ton/tahun merupakan produsen keempat di Indonesia. Momentum Pra Munas KOPEK diharapkan mendorong para petani untuk terus mengembangkan kebun kelapa.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini membangkitkan kembali potensi kelapa dalam. Kebun kelapa di sini 100% milik rakyat bukan koperasi,” kata Anwar.
Selain itu setelah melihat potensi dan merespon permintaaan Bupati Tanjung Jabung Barat akan terwujudnya pendidikan yang fokus pada pengelolahan hulu dan hilirisasi kelapa, Alias Wello yang juga selaku ketua Yayasan Poltek Lingga yang sudah memiliki sertifikasi Akreditasi B (Baik) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi itu menyatakan kesediaannya utk membuka kelas reguler di Kuala Tungkal jikalau pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Barat benar-benar serius. Ini akan menjadi politeknik pertama di Indonesia yang berkonsentrasi pada kelapa tutup Alias Wello Ketika dihubungi.

