Sei Mangkei, mediaperkebunan.id – Industri perkebunan karet di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diprediksi bakal menguat kembali seiring dengan rencana penanaman modal asing (PMA) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang akan menanamkan investasi senilai USD 297 juta atau sekitar Rp 5 triliun di kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun melalui PT Kawasan Industri Nusantara (PT KINRA).
Gambaran positif itu ditandai dengan perjanjian kerjasama dan investasi antara Basic International Investment Pte Ltd dari RRT dengan pihak PT KINRA, yang merupakan anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), belum lama ini.
Perjanjian itu dilakukan langsung di PT KINRA KEK Sei Mangkei dan difokuskan pada investasi industri sarung tangan dan peralatan medis yang berbahan karet alam.
Sekadar mengingatkan, perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Direktur Utama PTPN Group, Mohamad Abdul Ghani, ke RRT beberapa waktu lalu.
Saat itu Mohamad Abdul Ghani melakukan pertemuan dengan Tuan Liu selaku pemilik dan CEO Basic International Investment Pte Ltd di Beijing, RRT
Dalam pertemuan itu terungkap kalau kedua pihak bakal membangun pabrik pengolahan karet untuk sarung tangan dan berbagai peralatan medis.
Di samping membangun pabrik, terungkap juga kalau Tuan Liu dan PTPN Group juga berencana mendirikan lembaga penelitian dan pengembangan (R&D) karet.
Rencana tersebut bekerjasama dengan lembaga penelitian dalam negeri seperti PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) yang merupakan anak usaha PTPN Group.
Dalam penandatangan itu terungkap kalau kerjasama ini bertujuan mempercepat pengembangan industri kesehatan di Indonesia, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri di sektor peralatan medis dan perlengkapan kesehatan.
“Investasi ini merupakan langkah strategis PTPN Group dalam mendukung kebijakan pemerintah memperkuat sektor industri domestik, terutama di bidang kesehatan yang memiliki prospek jangka panjang,” kata Abdul Ghani.
“Dengan adanya fasilitas di KEK Sei Mangkei, kami optimis dapat menghadirkan produk-produk medis berkualitas tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar global,” tuturnya lebih lanjut.
Ia menambahkan, KEK Sei Mangkei memiliki potensi besar sebagai pusat industri dengan fasilitas yang mendukung kegiatan manufaktur berskala besar.
“Kami yakin kerja sama ini akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan mempercepat pertumbuhan industri kesehatan nasional,” ujar Ghani.
KEK Sei Mangkei merupakan salah satu kawasan industri strategis yang menawarkan berbagai insentif dan fasilitas guna mendukung investasi.
Pengembangan industri peralatan medis dan sarung tangan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi di kawasan tersebut serta memperkuat ekosistem industri kesehatan di Indonesia.
Direktur PT Kawasan Industri Nusantara (PT KINRA), VT Moses Situmorang, menyambut baik investasi ini dan menilai, kerjasama ini tidak hanya akan meningkatkan perekonomian nasional, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sektor kesehatan.
“Dengan adanya investasi ini, kami berharap lebih banyak lapangan pekerjaan tercipta dan pengembangan teknologi medis yang sangat dibutuhkan dunia semakin pesat,” kata VT Moses Situmorang.
VT Moses Situmorang mengatakan, PTPN III (Persero) berkomitmen untuk terus peningkatan daya saing Indonesia di pasar internasional melalui investasi ini.
“Langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai pusat pertumbuhan industri berorientasi ekspor dan berbasis teknologi tinggi,” tegas VT Moses Situmorang.

