Accra, mediaperkebunan.id – Dalam kurun waktu yang tidak lagi, Organisasi Kakao Internasional atau Cocoa Organization (ICCO) bakal menggelar Misi Perdagangan dan Investasi ke Republik Ghana, salah satu negara di benua Afrika yang kini dikenal sebagai produsen utama perkebunan kakao skala global.
Misa dagang kakao berskala internasional tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman resmi ICCO, Jumat (22/8/2025), bakal digelar mulai dari 11–19 Oktober 2025.
“Para pemangku kepentingan kakao global diundang untuk berpartisipasi dalam Misi Perdagangan & Investasi Kakao ke Ghana,” demikian petikan salah satu pernyataan pihak ICCO.
Pihak ICCO menilai misi dagang tersebut merupakan sebuah langkah dan inisiatif tingkat tinggi yang dirancang untuk memperkuat kemitraan berskala internasional dan mendorong adanya investasi berkelanjutan di subsektor perkebunan kakao.
Sebagai anggota kunci Organisasi Kakao Internasional atau International Cocoa Organization (ICCO), Republik Ghana dinilai mampu memainkan peran penting dalam ekonomi kakao di tingkat global.
Dalam misi itu nantinya pihak ICCO menawarkan kesempatan unik untuk mengeksplorasi rantai nilai kakao yang dinamis di Ghana, baik dari mulai sektor hulu hingga hilir.
“Atau naik dari sisi perkebunan, pelabuhan, hingga pemrosesan kakao, dan untuk terlibat langsung dengan lembaga, bisnis, dan pembuat kebijakan di pemerintahan Ghana,” demikian pernyataan pihak ICCO.
Rencananya pihak ICCO bakal melakukan sejumlah misi kunjungan ke Ghana dalan misi tersebut, dari mulai melakukan kunjungan lapangan ke perkebunan kakao, pusat pembelian, pelabuhan, dan fasilitas pemrosesan.
Pihak ICCO juga bakal melakukan pertemuan bisnis ke bisnis atau business to business (B2B) dengan perusahaan dan koperasi perkebunan kakao yang ada Ghana.
Di samping itu, pihak ICCO juga bakal menggelar partisipasi dalam Forum Investasi Kakao di Accra, ibukota Ghana dengan salah satu tujuannya adalah untuk menggali berbagai hal tentang perkebunan kakao yang melibatkan perusahaan dan petani kakao.
“Baik menggali wawasan tentang ketertelusuran atau tracebility, keberlanjutan atau sustainability, dan nilai tambah dan value added dari keberadaan perkebunan kakao,” tulis pihak ICCO.
“Di samping itu, dalam kegiatan misi dagang kakao di Ghana nantinya bakal digelar juga pelibatan secara mendalam atau imersi budaya dan pameran cokelat berbasis kakao yang menampilkan merek-merek kerajinan di Ghana,” tegas pihak ICCO dalam pernyataan resmi tersebut .
Perlu diketahui, dari berbagai informasi yang diperoleh Mediaperkebunan.id, pada musim 2024-2025, produksi kakao Ghana mengalami penurunan produksi yang diperkirakan hanya mencapai sekitar 590.000 ton, jauh dari target 650.000 ton.
Karena itu tidak heran kalau pemerintah Ghana kemudian berani mengeluarkan proyeksi terjadinya peningkatan produksi kakao pada musim 2025/2026.
Keberanian ini muncul karena pemerintah Ghana melihat sebagian besar karena kondisi cuaca yang lebih baik dan asanya upaya pemerintah untuk merevitalisasi industri kakao secara nasional melalui akuisisi lahan baru.
Meskipun belum ada angka pasti untuk produksi tahun 2025 secara spesifik, ada optimisme petani terkait potensi hasil panen yang lebih melimpah dibandingkan musim sebelumnya, yang sempat mengalami defisit.

